Taipei, 11 Jun. (CNA) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mengatakan delegasinya dan perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan hari Minggu (7/6) membahas rencana pembukaan program perkuliahan daring bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
UNUSA memproyeksikan PCINU Taiwan sebagai "mitra strategis" atau "kantor cabang" yang memfasilitasi koordinasi pendidikan bagi para PMI yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan tinggi di tengah kesibukan mereka, kata universitas dalam sebuah rilis pers, Senin.
Selain akses pendidikan, UNUSA dan PCINU juga mendiskusikan kemungkinan implementasi kuliah kerja nyata (KKN) internasional, yang dirancang agar para mahasiswa dapat terjun langsung ke komunitas masyarakat Indonesia di Taiwan untuk melakukan pemberdayaan berbasis komunitas.
"Kerja sama riset bersama juga menjadi fokus penting," dengan fokus meneliti tantangan dan peluang bagi masyarakat migran Indonesia, baik dari sisi sosial, kesehatan, maupun ekonomi, guna memberikan rekomendasi yang berdampak positif bagi kesejahteraan diaspora Indonesia di Taiwan, kata UNUSA.
UNUSA mengatakan pihaknya berharap PCINU dapat berperan sebagai simpul komunikasi dan koordinasi utama antara universitas tersebut dan masyarakat Indonesia di Taiwan.
"Dengan basis massa yang kuat dan pemahaman mendalam mengenai kondisi lapangan di Taiwan, PCINU dianggap sebagai mitra paling ideal untuk menjamin keberlanjutan program-program kolaboratif ini," kata UNUSA.
Sementara itu, PCINU mengatakan pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah, membangun sinergi antara dunia akademik dan komunitas diaspora, serta memperkuat komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri.
"Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal yang membawa keberkahan, memperkuat jejaring keilmuan, serta melahirkan program-program strategis yang berdampak nyata bagi umat dan bangsa," kata PCINU dalam sebuah unggahan media sosial, Selasa.
"Menjalin silaturahmi, memperkuat kolaborasi, dan menebar manfaat lintas negara untuk kemajuan pendidikan dan peradaban," tambah organisasi Islam asal Indonesia di Taiwan tersebut.
Selesai/ja