Taipei, 12 Apr. (CNA) Korea Selatan telah menyesuaikan sistem kartu kedatangan elektronik mereka sehingga tidak lagi mencantumkan Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok, dalam sebuah langkah yang menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan akan membantu memfasilitasi pertukaran antara kedua pihak.
Sebelumnya, Korea Selatan mencantumkan "Taiwan" sebagai "Taiwan (Tiongkok)" dalam menu pada sistem entri daring barunya, yang mengharuskan mereka yang tiba di negara tersebut untuk mengisi kartu kedatangan elektronik dengan informasi, termasuk asal kedatangan dan tujuan berikutnya.
MOFA Taiwan telah menanggapi dengan meminta revisi dan bahkan mengancam akan mengubah daftar "Korea, Republik" menjadi "KOREA (SELATAN)" dalam sistem imigrasi daring Taiwan, jika masalah tersebut tidak diselesaikan hingga akhir Maret.
Namun, pihak Taiwan menunda langkah balasan tersebut setelah muncul laporan bahwa Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berencana menghapus kolom "tempat keberangkatan sebelumnya" dan "tujuan berikutnya" dari sistem kartu kedatangan elektroniknya, yang berarti pengunjung tidak lagi harus menyatakan dari atau ke mana mereka beranjak.
Perubahan tersebut mulai berlaku pada Jumat.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari yang sama, MOFA Taiwan mengatakan kepada CNA bahwa mereka memerhatikan Korea Selatan telah menghapus kolom "tempat keberangkatan sebelumnya" dan "tujuan berikutnya" dari sistem kartu kedatangan elektroniknya.
"Kami menghormati penyesuaian sistem yang dilakukan pihak Korea untuk memfasilitasi pelancong dan menyederhanakan prosedur masuk, serta berharap dapat semakin memperdalam hubungan bilateral di atas fondasi yang sudah ada," kata MOFA dalam pernyataannya.
Menurut laporan sebelumnya dari Yonhap News Agency, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan perubahan tersebut bertujuan untuk menyederhanakan prosedur masuk bagi semua pelancong yang datang dan menyelaraskan formulir digital dengan versi kertas, yang memang tidak memiliki kolom "tempat keberangkatan sebelumnya" dan "tujuan berikutnya".
Pejabat tersebut mengatakan langkah ini bersifat teknis dan administratif serta merupakan bagian dari upaya untuk memfasilitasi pertukaran praktis yang tidak resmi, bukan sebagai respons terhadap tenggat waktu yang ditetapkan Taiwan.
(Oleh Yang Chi-fang, Charlotte Yang, Chao Yen-hsiang, Lee Hsin-yin, dan Jason Cahyadi)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/IF