Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi kesepuluh:
Taiwan bantu WNA pahami aturan baru kerja dan izin tinggal
Revisi undang-undang tenaga kerja asing telah memperluas jalur untuk bekerja dan tinggal jangka panjang di Taiwan. Untuk itu, sebuah instansi pemerintah mengatakan mereka dapat membantu warga asing memahami bagaimana aturan tersebut berlaku untuk situasi individu mereka.
Taiwan berharap dapat mendorong lebih banyak profesional asing untuk menetap. Seiring dengan itu, reivisi UU Perekrutan dan Ketenagakerjaan Profesional Asing telah diterapkan mulai Januari.
Revisi ini di antaranya mengizinkan mahasiswa asing bekerja tanpa izin kerja selama dua tahun setelah lulus dari universitas Taiwan, melonggarkan syarat izin tinggal permanen bagi lulusan Taiwan dan profesional spesialis asing, memungkinkan pasangan profesional asing bekerja secara bebas, dan memperluas akses profesional asing ke sistem pensiun dan asuransi ketenagakerjaan.
Hsieh Chia-yi, pejabat Dewan Pengembangan Nasional, dalam wawancara dengan CNA pada 29 Januari mengatakan pihaknya berharap profesional asing bisa menjadi bagian dari Taiwan.
Sebagai bagian dari upaya ini, Kantor International Talent Taiwan didirikan pada November 2023. Jonathan Liao, direktur pelaksananya, mengatakan kepada CNA bahwa pihaknya berharap dapat memberikan informasi terbaik yang mereka bisa sampaikan, demi membantu para tenaga kerja asing.
Selama ini, kata Liao, pihaknya telah menanggapi berbagai email, panggilan telepon, dan pesan instan baik dari dalam maupun luar negeri, ditambah konsultasi langsung di kantor-kantor mereka.
Ketum ASPATAKI berdialog dengan ABK dan perawat migran
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia atau ASPATAKI, Saiful Mashud, pada 2 Februari menemui anak buah kapal migran di Pelabuhan Perikanan Shen'ao dan seorang perawat migran di rumah majikannya.
Di tengah hujan deras, sejumlah ABK berdialog dengan Ketum ASPATAKI Saiful Mashud di Pelabuhan Shen'ao, New Taipei.
Seorang ABK mengatakan gajinya lancar dan majikannya membantunya berobat saat ia sakit, sementara agensinya sering datang untuk berdialog maupun sekadar menanyakan kabar.Saiful mendoakan agar pekerjaan para ABK lancar, sukses, dan berkah, serta bisa membeli rumah di Indonesia dan juga membiayai keluarga.
Ahan dari agensi Ever Prosper International Employment Consultant mengatakan pihaknya selalu melakukan kunjungan kepada para ABK.
Saiful juga mengunjungi rumah majikan perawat Indonesia di Distrik Yonghe, New Taipei. Di sana, Anita Puji Astuti dari Demak merawat pasien dewasa yang punya keterbatasan mental, membuatnya bertingkah seperti anak-anak.
Ia mengaku dirinya perlu adaptasi ekstra di tengah pekerjaan yang sulit dan pemberi kerja yang dianggapnya kerap marah-marah. Saat itu, agensi memberitahunya untuk tetap sabar. Kini, ia sudah bisa dekat dengan majikannya.
Saiful pun berpesan agar PMI harus kuat, tetap bekerja dengan baik, telaten, dan sabar.
Jensen Huang: Nvidia akan perluas kehadiran di Taiwan
Perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Nvidia Corp. berencana memperluas kehadirannya di Taiwan, seiring dengan pertumbuhan pesat rantai pasokannya, ucap sang CEO, Jensen Huang.
CEO Nvidia, Jensen Huang, kembali mengunjungi Taiwan dari 29 Januari hingga 2 Februari, di mana ia sempat makan bersama para pemasok utamanya di Taiwan hingga membagikan makanan di jalanan.Setelah makan malam dengan sejumlah petinggi perusahaan besar pada 31 Januari, Huang mengatakan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. atau TSMC dapat memperluas kapasitas produksinya lebih dari 100 persen dalam dekade mendatang, seiring dengan meningkatnya permintaan kecerdasan buatan.
Nvidia sendiri, kata Huang, akan membutuhkan lebih dari dua kali lipat jumlah wafer semikonduktor dalam beberapa tahun mendatang.
Di Bandara Songshan Taipei, sebelum meninggalkan tanah kelahirannya, Huang mengatakan perusahaannya juga berencana untuk memperluas kehadirannya di Taiwan karena pertumbuhan pesat rantai pasokannya.
Taiwan gelar latihan kesiapsiagaan tempur jelang Tahun Baru Imlek
Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan menggelar serangkaian latihan kesiapsiagaan tempur pada 27 hingga 29 Januari, untuk menjamin keselamatan publik selama libur Tahun Baru Imlek serta menunjukkan kemampuan militer untuk merespons secara cepat terhadap potensi ancaman.
Pada hari pertama, satuan Angkatan Darat di Taichung melaksanakan latihan antipendaratan udara yang dirancang untuk menangkal infiltrasi mendadak musuh dan menguji langkah-langkah respons cepat dalam kondisi tempur yang realistis.
Pada hari kedua, di Pangkalan Udara Chiayi, Angkatan Udara melatih pemuatan senjata secara cepat serta pengerahan darurat pesawat tempur, menyimulasikan skenario ketika pesawat militer Tiongkok mendekat.
Di hari terakhir, Angkatan Laut menggelar latihan operasi antipendaratan di Pangkalan Zuoying, menampilkan penggunaan wahana udara tanpa awak, persenjataan berbasis darat, serta rudal antikapal untuk menetralisasi kekuatan penyerbu yang mendekat dari laut.
Di sisi lain, prototipe kapal selam pertahanan buatan dalam negeri pertama Taiwan berlayar keluar dari Pelabuhan Kaohsiung untuk memulai uji coba bawah air perdananya.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)