Tim medis Taiwan bersepeda 400 km untuk peringati Hari Kanker Sedunia

03/02/2026 16:06(Diperbaharui 03/02/2026 16:06)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Aksi bersepeda yang digelar HOPE Foundation for Cancer Care. (Sumber Foto : CNA, 2 Februari 2026)
Aksi bersepeda yang digelar HOPE Foundation for Cancer Care. (Sumber Foto : CNA, 2 Februari 2026)

Taipei, 3 Feb. (CNA) Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, rombongan tenaga medis dan relawan beserta keluarga pasien kanker memulai aksi bersepeda dari Taipei ke Kaohsiung sejauh 400 kilometer, kata HOPE Foundation for Cancer Care dalam jumpa pers Senin (2/2).

Ketua yayasan, Chuang Kuo-wei (莊國偉), menegaskan bahwa tantangan bersepeda yang diinisiasi wakilnya, Luo Sheng-tien (羅盛典) ini bukanlah sebuah perlombaan kelajuan, melainkan aksi solidaritas dan pendampingan nyata bagi para pejuang kanker.

Selama tiga hari, kegiatan ini melibatkan hampir seratus tenaga medis dan relawan, termasuk delapan "pejuang utama" yang berkomitmen menempuh seluruh rute perjalanan.

Berbagai studi menunjukkan olahraga yang teratur dan tepat dapat mempercepat pemulihan pascakanker, mengurangi rasa lelah, serta membantu penyintas membangun kembali ritme hidup mereka, kata Chuang.

Sejak 2022, yayasan telah mempromosikan program "Preskripsi Olahraga" sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan pascakanker, ujarnya.

Berdasarkan data kesehatan, kanker telah menjadi penyebab kematian utama di Taiwan selama 43 tahun berturut-turut. Pemerintah kini menerapkan kebijakanyang berfokus pada "pencegahan, skrining, dan intervensi dini" untuk memperlakukan kanker sebagai penyakit kronis yang dapat dikelola dalam jangka panjang.

(Sumber Foto : CNA, 2 Februari 2026)
(Sumber Foto : CNA, 2 Februari 2026)

Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chuang Jen-hsiang (莊人祥) mengungkapkan bahwa tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk semua jenis kanker mencapai 62,9 persen pada periode 2018-2022, meningkat 9,7 persen dibandingkan periode 2007-2011 yang sebesar 53,2 persen.

Ia menekankan bahwa seiring meningkatnya angka kelangsungan hidup, fokus utama di masa depan adalah membantu penyintas menjaga gaya hidup sehat pascaperawatan.

"Saya sendiri adalah seorang penyintas kanker," ujarnya. Ia merasa dirinya beruntung karena didampingi istrinya yang merupakan perawat senior, serta mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan akses medis yang dekat dari rumah, yang membantunya melewati masa-masa tersulit.

Selain itu, ia menyatakan bahwa untuk membantu lebih banyak penyintas, Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan telah bekerja sama dengan 105 rumah sakit untuk mendirikan pusat sumber daya kanker. 

Yayasan HOPE juga membangun jaringan sumber daya kanker Taiwan yang menyediakan layanan satu pintu, mencakup enam pilar layanan utama: perawatan tubuh, akses sumber daya, dukungan mental, relaksasi, bantuan keluarga, dan perlindungan hak-hak pasien.

(Oleh Chen Chieh-ling dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

(Sumber Foto : CNA, 2 Februari 2026)
(Sumber Foto : CNA, 2 Februari 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.