Kapten kapal yang diduga putuskan kabel Taiwan-Penghu ditahan

27/02/2025 18:00(Diperbaharui 27/02/2025 18:00)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Penjaga pantai Taiwan naik ke kapal kargo yang terdaftar di Togo, Hong Tai. (Sumber Foto : CGA, 25 Februari 2025)
Penjaga pantai Taiwan naik ke kapal kargo yang terdaftar di Togo, Hong Tai. (Sumber Foto : CGA, 25 Februari 2025)

Taipei, 27 Feb. (CNA) Kejaksaan Tainan mendapatkan perintah pengadilan pada Kamis (27/2) untuk menahan kapten kapal asal Tiongkok, sambil menunggu penyidikan atas pemutusan kabel telekomunikasi bawah laut antara pulau Taiwan dan Penghu.

Kapten kapal, bermarga Wang (王), akan ditahan tanpa komunikasi, sesuai perintah Pengadilan Distrik Tainan, yang dikeluarkan sehari setelah Kantor Kejaksaan Distrik Tainan mengajukan permintaan tersebut.

Dalam permohonan tersebut, kantor kejaksaan menyatakan bahwa Wang berisiko melarikan diri, berkolusi, dan merusak bukti.

Kapten Tiongkok dan tujuh anggota awak dari kapal kargo yang terdaftar di Togo, Hong Tai, ditangkap pada Selasa oleh petugas Penjaga Pantai Taiwan atas dugaan sengaja memutuskan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan pulau Taiwan dengan Penghu.

Menurut CGA, kapal barang tersebut telah berkeliling sekitar 925 meter dari kabel bawah laut tersebut sejak sekitar pukul 7 malam pada 22 Februari.

Ketika kapal patroli Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) dikerahkan ke lokasi, mereka meminta stasiun sinyal CGA di Pelabuhan Anping, Tainan, untuk menghubungi Hong Tai, namun tidak ada respons, menurut CGA.

Pada pukul 3 dini hari Selasa, perusahaan Chunghwa Telecom, yang mengoperasikan kabel bawah laut tersebut, melaporkan bahwa kabel "Taiwan-Penghu No. 3" telah terputus.

Setelah beberapa tantangan, petugas Penjaga Pantai Taiwan akhirnya menaiki Hong Tai dan menahan kapten serta tujuh kru.

Pada Kamis, kejaksaan mengatakan Wang akan ditahan tanpa akses komunikasi, sementara tujuh awak kapal akan dibebaskan namun dipantau menggunakan pelacakan elektronik dan dilarang meninggalkan Taiwan selama penyidikan.

(Oleh Chang Jung-hsiang, James Lo, dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.