Taipei, 30 Juli (CNA) Menteri Transportasi Chen Shih-kai (陳世凱), Perwakilan Taiwan untuk Jepang Lee Yi-yang (李逸洋), dan Taiwan High Speed Rail (THSR) hari Rabu (29/7) mengumumkan donasi untuk mendukung bantuan bencana gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, sehari sebelumnya.
Janji donasi tersebut diumumkan dalam sebuah jamuan makan di Fukuoka yang diselenggarakan THSR untuk menandai keberhasilan pembelian 12 kereta N700S-T dari produsen Jepang Hitachi Ltd.
Chen mengatakan ia akan menyumbangkan gaji satu bulannya untuk upaya bantuan.
Chen mengatakan hubungan erat antara Taiwan dan Jepang tercermin dalam respons cepat Taiwan, dengan mencatat bahwa maskapai penerbangan Taiwan telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan bantuan. Ia berharap donasinya dapat berkontribusi pada pemulihan Jepang.
Lee berjanji akan menyumbangkan 2,5 juta yen (Rp276 juta) untuk bantuan bencana. Beberapa legislator Taiwan juga mengumumkan donasi.
Ketua THSR Shih Che (史哲) mengatakan perusahaan akan menyumbangkan 20 juta yen, dengan mengatakan bahwa perusahaan terinspirasi tindakan kemanusiaan yang ditunjukkan Chen dan para legislator.
"Meskipun bencana ini telah menyebabkan kerusakan parah, ikatan antara Taiwan dan Jepang tetap kuat," kata Shih. Ia juga berterima kasih kepada Hitachi, Nippon Sharyo Ltd., dan perusahaan lain yang terlibat dalam pembuatan kereta baru tersebut.
Jamuan makan tersebut dihadiri CEO Hitachi Group Giuseppe Marino, legislator Taiwan dan Jepang, serta sekitar 100 perwakilan dari pemerintah dan industri.
Secara terpisah, Palang Merah Republik Tiongkok pada Rabu mengatakan pihaknya telah membentuk dana bantuan khusus untuk gempa Kumamoto dan telah mengirimkan bantuan darurat awal sebesar 10 juta yen ke Jepang pada hari pertama kampanye penggalangan dana.
Sementara itu, toserba-toserba utama di Taiwan dan PXPay Plus -- platform pembayaran elektronik yang dioperasikan jaringan supermarket PX Mart -- juga mengumumkan penggalangan dana, bermitra dengan organisasi kesejahteraan sosial Kristen berbasis di Taiwan, The Mustard Seed Mission.
• Tautan ke laman donasi The Mustard Seed Mission
The Mustard Seed Mission mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan darurat sebesar US$10.000 (Rp180,6 juta) dan mengaktifkan tahap pertama dari rencana tanggap bencana melalui mitra lamanya di Jepang, AAR Japan.
Menurut organisasi tersebut, upaya bantuan awal akan difokuskan pada penyediaan kebutuhan darurat, distribusi makanan keliling, dukungan psikososial, bantuan untuk tempat penampungan evakuasi, dan perawatan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Operator toko serba ada 7-Eleven, FamilyMart, dan Hi-Life mengatakan donasi akan diterima hingga 31 Agustus melalui aplikasi dan kios di toko masing-masing.
7-Eleven mengatakan donasi dapat dilakukan melalui aplikasi OPENPOINT dan kios ibon, sementara FamilyMart akan mengumpulkan sumbangan melalui aplikasi keanggotaan dan kios FamiPort. Dana yang terkumpul oleh FamilyMart akan dikoordinasikan Mustard Seed Mission dan disalurkan melalui AAR Japan.
Hi-Life mengatakan donasi yang dikumpulkan melalui sekitar 1.800 tokonya di seluruh negeri akan mendukung operasi penyelamatan darurat, tempat penampungan sementara, dukungan psikologis, dan rekonstruksi.
Sementara itu, PXPay Plus telah meluncurkan bagian donasi khusus di aplikasinya dan aplikasi PX Pay. Pengguna dapat berdonasi langsung melalui platform tersebut dan menggunakan poin hadiah untuk mengurangi atau sepenuhnya menutupi kontribusi mereka.
Gempa yang terjadi pada Selasa tercatat dengan intensitas seismik maksimum 7 pada skala milik Jepang di wilayah Uki dan Hikawa, Prefektur Kumamoto.
Gempa tersebut menyebabkan bangunan runtuh, kerusakan jalan, serta pemadaman listrik dan air di beberapa bagian prefektur.
Dalam konferensi pers setelah rapat kabinet luar biasa yang digelar sekitar pukul 11.10 Kamis, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyampaikan jumlah korban meninggal telah meningkat menjadi 28 orang, termasuk yang masih diselidiki apakah kematiannya berkaitan dengan bencana gempa tersebut.
(Oleh Huang Chiao-wen, Chen Pei-yao, Lee Chieh-yu, Ho Hsiu-ling, Wu Hsin-yun, Evelyn Kao, dan Jason Cahyadi)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/