Disjoki suku Amis Dungi Sapor tur ke Inggris dengan vokal adat dan musik elektronik

21/06/2026 10:48(Diperbaharui 21/06/2026 10:48)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seniman, DJ, dan produser musik Amis, Dungi Sapor. (Sumber Foto : Kakilang)
Seniman, DJ, dan produser musik Amis, Dungi Sapor. (Sumber Foto : Kakilang)

London, 21 Juni (CNA) Seniman, disjoki, dan produser musik dari suku Amis, Dungi Sapor (汝妮) memulai tur di Inggris pada Jumat (19/6), menghadirkan pertunjukan yang menggabungkan nyanyian dan melodi tradisional, lanskap suara elektronik eksperimental, serta tarian Amis kepada penonton di Sheffield, Bristol, dan London.

Menurut Kakilang, salah satu penyelenggara acara yang berbasis di London ini dan merupakan organisasi seni kontemporer Asia Timur dan Asia Tenggara, Dungi akan ambil bagian dalam pertunjukan pembukaan Festival Migration Matters di Sheffield pada hari Jumat.

Dungi juga dijadwalkan menggelar pertunjukan yang dirancang sebagai pengalaman lanskap suara yang imersif dan interdisiplin di tempat seni di Bristol pada Sabtu dan di London pada Rabu depan, kata Kakilang.

Selain pertunjukan, Dungi juga akan mengadakan sesi mendengarkan dan diskusi pada Selasa di Sekolah Studi Oriental dan Afrika (SOAS), University of London, tambahnya.

Setiap pemberhentian dalam tur ini juga akan menampilkan disjoki dari berbagai negara dan latar belakang budaya, yang pertunjukannya akan mengeksplorasi tema pertukaran budaya dan pergerakan transnasional, kata Kakilang.

Pada acara di SOAS, Dungi akan bergabung dengan seniman suara, kurator, dan peneliti asal Vietnam-Inggris Cường Minh Bá Phạm, yang juga dikenal sebagai disjoki dan pembawa acara radio Phambinho, untuk berdiskusi tentang suara, memori budaya, dan arsip.

Festival Migration Matters tahunan ke-11 berlangsung di Sheffield mulai Jumat lalu hingga Sabtu depan, yang juga akan menampilkan pertunjukan dari Neo-Classical Chamber Ensemble yang berbasis di Kaohsiung.

Edisi tahun ini menandai pertama kalinya seniman dan kelompok pertunjukan asal Taiwan diundang untuk berpartisipasi dalam festival tersebut.

(Sumber Foto : Neo-Classical Chamber Ensemble)
(Sumber Foto : Neo-Classical Chamber Ensemble)

(Oleh Chen Yun-yu, Lee Hsin-Yin, dan Muhammad Irfan) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.