Taipei, 21 Juni (CNA) Lee Chih-kai (李智凱) mengakhiri puasa medali selama dua tahun di kompetisi internasional dengan meraih medali perunggu pada final kuda pelana di Kejuaraan Senam Artistik Putra Asia di Zunyi, Tiongkok, Sabtu (20/6).
Atlet berusia 30 tahun yang dikenal di Taiwan sebagai "pangeran kuda pelana" ini mencetak 14,133 poin untuk meraih medali kuda pelana pertamanya sepanjang karier di Kejuaraan Asia.
Utkirbek Juraev dari Uzbekistan meraih emas, sementara Zhang Boheng (張博恆) dari Tiongkok mendapatkan perak.
Berbicara kepada CNA, Lee mengatakan ia sangat terharu karena medali nomor perorangan pertamanya di Kejuaraan Asia diraih pada nomor yang paling identik dengannya.
Kompetisi ini menandai penampilan kelima Lee di Kejuaraan Asia. Medali sebelumnya di ajang ini diraih pada tahun 2019, saat ia memenangkan emas di nomor all-around perorangan dan perunggu di all-around beregu.
Lee mencatat sejarah di Olimpiade Tokyo 2021 dengan memenangkan medali senam Olimpiade pertama Taiwan, meraih perak di kuda pelana. Ia kemudian meraih emas kedua berturut-turut di nomor yang sama pada Asian Games Hangzhou 2022.
Namun, ia gagal lolos ke Olimpiade Paris dan kemudian berjuang melawan cedera. Perubahan kode penilaian internasional untuk siklus 2025-2028 juga membatasi penggunaan Thomas Flair, salah satu gerakan andalannya.
Mengenang jeda dua tahun tanpa medali, Lee mencatat bahwa ia juga pernah melalui masa sulit pada 2015 dan 2016.
"Saya tidak menyerah saat itu," katanya. "Saya terus menyesuaikan diri, berlatih, dan mengidentifikasi masalah sebelum akhirnya menembus batas di Universiade Taipei 2017."
Menghadapi tantangan serupa satu dekade kemudian, Lee mengatakan ia kembali menolak untuk menyerah, belajar dari kesalahan dan mengatasi cedera untuk kembali naik podium.
Lee menambahkan bahwa dua tahun terakhir tidak sia-sia, karena ia memanfaatkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem penilaian baru.
Meskipun aturan yang telah direvisi membatasi Thomas Flair, ia mengatakan itu "tidak dapat membatasi motivasi saya untuk meraih medali."
Ia juga senang karena Taiwan finis kelima di kompetisi beregu, sehingga mengamankan tiket ke Kejuaraan Dunia pada Oktober.
Lee mengatakan ia dan peraih perunggu Olimpiade Tang Chia-hung (唐嘉鴻) berupaya menjadi mentor bagi anggota tim nasional yang lebih muda.
Berbicara kepada CNA pada hari Sabtu, pelatih Lee, Lin Yu-hsin (林育信), mengatakan ia sangat senang melihat Lee kembali naik podium setelah dua tahun penuh tantangan.
Lin mengatakan medali ini seharusnya memberikan kepercayaan diri lebih besar bagi Lee saat ia menargetkan emas kuda pelana Asian Games ketiga di Asian Games Nagoya pada musim gugur mendatang, sekaligus membidik Kejuaraan Dunia dan Olimpiade Los Angeles.
Selesai/JC