Taoyuan, 13 Okt. (CNA) Kawasan Lalashan menjadi yang pertama di Taiwan dan ketiga di Asia dalam meraih sertifikasi Urban Night Sky Place dari DarkSky International, yang memberi pengakuan atas langit malam yang minim polusi cahaya meski tidak jauh dari perkotaan, menurut Departemen Pariwisata Kota Taoyuan, Senin (12/10).
Departemen tersebut dalam rilis persnya mengatakan standar sertifikasi ini sangat ketat, di mana lokasi harus berada dalam radius 50 kilometer dari kota berpenduduk minimal 50.000 jiwa, berupa ruang publik yang dapat diakses gratis, dan setidaknya dua pertiga sumber cahaya luar ruangnya harus memenuhi prinsip "pencahayaan langit gelap".
Kawasan sertifikasi Lalashan mencakup permukiman masyarakat adat dan penduduk setempat, sehingga perbaikan pencahayaan harus menyeimbangkan kebutuhan jalan pada malam hari, keselamatan, dan kebutuhan warga, menurut departemen tersebut.
Departemen Pariwisata mengakui bahwa membangun kepercayaan dan dialog untuk mengubah pencahayaan buatan setempat merupakan tantangan besar, sehingga digelar sosialisasi kepada warga, lokakarya penggantian lampu dan advokasi, pelatihan pemandu astronomi, kegiatan bertema langit gelap, serta berbagai rapat lintas instansi.
Tim telah memperbaiki lebih dari 400 lampu jalan umum dengan menambahkan kap atau menyesuaikan sudutnya, sementara puluhan pengelola penginapan setempat juga menandatangani pakta, dan pemerintah kota menerbitkan pedoman pencegahan polusi cahaya.
Departemen Pariwisata mengatakan pihaknya berharap sertifikasi ini dapat memadukan konservasi ekologi dengan wisata pengamatan bintang, sekaligus mengembangkan daya tarik wisata malam di Lalashan.
Menurut situs resmi IDA, Urban Night Sky Place adalah taman, ruang terbuka, lokasi pengamatan, atau kawasan serupa di dekat atau di tengah lingkungan perkotaan yang perencanaan dan desainnya secara aktif menghadirkan pengalaman malam yang autentik meski dikelilingi cahaya buatan.
Sertifikasi ini menjadi pengakuan atas upaya mengedukasi publik tentang pencahayaan luar ruang yang tepat, yakni tetap menjamin keselamatan sekaligus meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan malam yang alami, menurut IDA.
(Oleh Wu Jui-chi dan Agoeng Sunarto)
Selesai/