Jakarta, 9 Sep. (CNA) Perwakilan Taiwan untuk Indonesia, Bruce Hung (洪振榮) hari Selasa (8/9) berkunjung ke Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mempererat pemahaman timbal balik dan menjajaki peluang kolaborasi kemanusiaan, di tengah berlangsungnya misi bantuan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hung hadir bersama para kepala divisi Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia yang baru dilantik dan disambut ketua yayasan itu, Liu Su-mei (劉素美), untuk bertukar pandangan mengenai dinamika hubungan Taiwan-Indonesia serta potensi kemitraan strategis.
Hung menyampaikan kepada CNA bahwa kunjungan ini ditujukan untuk memperkenalkan narahubung dari masing-masing divisi baru TETO, sehingga memudahkan koordinasi dan komunikasi teknis bila ada program kerja sama lintas sektor ke depan.
Tzu Chi, yang didirikan di Taiwan pada 1966, mulai beroperasi di Indonesia sejak 1993, bergerak dari ranah amal dan tanggap darurat hingga ke sektor pelayanan medis dan pendidikan. Kini, yayasan ini telah memiliki jaringan kantor cabang di 18 kota, lengkap dengan fasilitas terpadu seperti sekolah dan rumah sakit.
Pada pertemuan Selasa, Hung turut menyerahkan surat undangan resmi resepsi perayaan Hari Nasional Republik Tiongkok (Taiwan) kepada perwakilan Tzu Chi di Jakarta.
Di sela kunjungan, Hung mengapresiasi para siswa Sekolah Tzu Chi yang secara swadaya telah mengumpulkan donasi sebesar Rp182.264.100 untuk disalurkan bagi korban gempa bumi di NTT.
Kepada CNA, Hung mengaku berkesan menyaksikan kepedulian para murid yang menyisihkan uang saku mereka. Ia menilai aksi tersebut merupakan representasi nyata dari kebajikan dan filosofi welas asih khas Tzu Chi.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Rabu pagi, gempa bermagnitudo 7,7 di perairan Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus telah menewaskan 135 orang, merusak 98.986 rumah, dan masih membuat 60.572 orang mengungsi.
Tzu Chi mengatakan pihaknya masih terus memberikan bantuan, dan telah mendistribusikan 4.596 paket bantuan pokok berupa bahan pangan, air minum, pakaian, selimut, tenda penampungan, serta perlengkapan harian lainnya, yang didukung langsung layanan medis gratis dari tim relawan Tzu Chi International Medical Association.
(Oleh Gwyneth Sharon dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC