Taipei, 21 Agu. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Kamis (20/8) menerima rombongan haji dari Taiwan tahun ini di Kantor Kepresidenan, menyatakan kebebasan beragama merupakan nilai yang dijunjung tinggi Taiwan dan pemerintah akan terus membangun lingkungan yang ramah Muslim.
Dalam pidatonya, Lai mengatakan dirinya senang dapat kembali bertemu dan bertukar pikiran dengan anggota rombongan haji, seraya mengucapkan selamat karena mereka telah menyelesaikan ibadah dengan lancar serta mendoakan agar semuanya senantiasa sehat, aman, dan segala urusannya berjalan dengan lancar.
Lai mengatakan bahwa kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia yang fundamental, sekaligus merupakan nilai yang dijunjung tinggi Taiwan.
Taiwan menghormati keberagaman dan menerima perbedaan, sehingga berbagai agama dapat berkembang secara bebas di tanah ini dan dengan demikian membentuk wajah budayanya yang kaya, sebut Lai.
Lai juga menyinggung laporan tahunan organisasi Freedom House Amerika Serikat yang memberikan Taiwan nilai sempurna dalam kebebasan beragama.
Pemerintah, kata Lai, dalam beberapa tahun terakhir terus membangun lingkungan yang ramah Muslim, baik dari aspek transportasi, pariwisata, hingga kuliner.
Hal ini, kata Lai, antara lain tersedianya ruang salat atau fasilitas wudu di berbagai simpul transportasi dan tempat wisata, termasuk bandara, stasiun, taman nasional, kawasan pemandangan nasional, dan area layanan jalan nasional. Selain itu sudah ada lebih dari 350 restoran yang memperoleh sertifikasi terkait halal di Taiwan.
Untuk aspek-aspek yang masih belum memadai, kata Lai, pemerintah akan terus melakukan perbaikan dan mencurahkan upayanya.
Lai juga mengatakan bahwa pemerintah bukan hanya berupaya menciptakan lingkungan wisata yang ramah, tetapi juga ingin agar orang-orang dengan keyakinan dan latar belakang budaya yang berbeda dapat saling menghormati dan hidup dengan tenteram.
Indeks Pariwisata Muslim Global 2026 yang menempatkan Taiwan di peringkat ketiga bersama Inggris di antara nonanggota Organisasi Kerja Sama Islam, kata Lai, menunjukkan pengakuan masyarakat internasional atas upaya Taiwan dalam hal keamanan sosial, kebebasan beragama, dan lingkungan wisata yang ramah.
Hal ini, tambah Lai, juga mendorong pihaknya untuk terus memperdalam berbagai langkah yang telah dilakukan, agar Taiwan menjadi negara yang semakin dapat dipercaya dan semakin ingin dikunjungi umat Muslim.
Lai mengatakan dirinya berharap para hadirin terus menggunakan pengaruh mereka untuk membantu Taiwan dan dunia Islam membangun lebih banyak pemahaman serta memperdalam hubungan kemitraan.
Lai menambahkan dirinya percaya bahwa melalui upaya bersama, akan semakin banyak umat Muslim yang mengenal Taiwan dan datang ke Taiwan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertukaran dan kerja sama antara kedua belah pihak.
Rombongan hadirin dipimpin Presiden Chinese Muslim Association Chang Ming-chun (張明峻) dan didampingi Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) serta Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍).
Selesai/IF