Taipei, 20 Agu. (CNA) Kementerian Kebudayaan (MOC) hari Rabu (19/8) menolak klaim Gwangju Biennale Foundation bahwa National Taiwan Museum of Fine Arts (NTMoFA) Taiwan mengajukan permohonan untuk berpartisipasi sebagai sebuah institusi, dengan mengatakan pernyataan mereka "jelas tidak benar."
Pernyataan MOC tersebut dikeluarkan di tengah perselisihan atas tindakan sepihak penyelenggara Korea Selatan yang mengganti nama "Paviliun Taiwan".
Perselisihan muncul setelah yayasan tersebut menghapus kata "Taiwan" dari materi promosi untuk acara mendatang dan menggantinya dengan "NTMoFA", yang memicu protes keras dari Taiwan.
Yayasan tersebut sebelumnya pada Rabu mengatakan NTMoFA menandatangani perjanjian dengan penyelenggara pada 12 Januari untuk berpartisipasi sebagai institusi, sehingga diidentifikasi dengan nama museumnya, bukan sebagai "Paviliun Taiwan".
Dalam pernyataannya, yayasan menjelaskan bahwa mereka mengategorikan peserta Paviliun sebagai paviliun nasional atau paviliun institusi.
"Peserta yang ingin tampil sebagai paviliun nasional diwajibkan untuk menyerahkan surat persetujuan resmi yang dikeluarkan kedutaan atau kementerian kebudayaan terkait," katanya.
Namun, MOC berpendapat bahwa NTMoFA mengajukan proposalnya dengan nama "Paviliun Taiwan" dan menerima konfirmasi resmi pada 2 April bahwa proposal tersebut telah disetujui. Kedua belah pihak kemudian menandatangani perjanjian pada 23 April, katanya.
Korespondensi selanjutnya antara NTMoFA dan yayasan terus menggunakan nama "Paviliun Taiwan" dalam diskusi mengenai tempat dan pengaturan pameran, kata kementerian.
Baru pada Juni penyelenggara Korea Selatan mulai menyebut pameran tersebut sebagai "Paviliun NTMoFA", yang memicu protes berulang dari Taiwan, kata MOC.
Yayasan juga membantah bahwa penggantian nama tersebut melibatkan sensor politik, dan menyebutnya sebagai masalah administratif terkait klasifikasi peserta dan konvensi penamaan.
"Menggambarkan atau menyebarluaskan masalah ini sebagai tindakan sensor oleh yayasan dapat mempengaruhi reputasi tidak hanya Gwangju Biennale Foundation, tetapi juga negara dan institusi yang berpartisipasi dalam proyek Paviliun," kata yayasan dalam pernyataannya.
MOC menekankan bahwa penjelasan yayasan bertentangan dengan catatan dokumenter dari proposal, persetujuannya, dan komunikasi selanjutnya antara kedua belah pihak.
Kementerian mengatakan pihaknya dan kantor perwakilan Taiwan di Korea Selatan telah berulang kali mengangkat masalah ini kepada penyelenggara dan otoritas Gwangju, tetapi tidak menerima tanggapan positif.
Taiwan akan terus bersikeras untuk berpartisipasi dengan nama "Paviliun Taiwan", kata MOC, seraya menambahkan pihaknya akan mengambil tindakan yang diperlukan jika penyelenggara secara sepihak melanggar perjanjian.
Gwangju Biennale ke-16 dijadwalkan berlangsung dari 5 September hingga 15 November.
Selesai/