Taipei, 16 Juli (CNA) Direktorat Jenderal Kehutanan dan Konservasi Alam Taiwan (FANCA) mengumumkan pada hari Rabu (15/7) bahwa mereka akan terus melarang pengunjung membawa kucing, anjing, dan mamalia lainnya ke dalam 19 kawasan rekreasi hutan nasional, untuk membantu mencegah penyebaran rabies.
FANCA mengatakan dalam siaran pers bahwa mereka memperpanjang larangan tersebut melewati tanggal kedaluwarsa semula pada 31 Juli, dengan alasan tidak adanya pengurangan wilayah geografis di mana rabies terdeteksi pada satwa liar.
Menurut laporan FANCA tanggal 30 Juni, sebanyak 33 kasus rabies pada satwa liar telah terdeteksi pada tahun 2026 hingga tanggal tersebut, di Kabupaten Miaoli, Nantou, Yunlin, Chiayi, Pingtung, Hualien, dan Taitung, serta Taichung dan Tainan.
Pembatasan yang mencakup 19 kawasan rekreasi hutan nasional, termasuk Manyueyuan, Dongyanshan, Lalashan, dan Guanwu, akan diperpanjang selama dua tahun, hingga 31 Juli 2028.
FANCA pertama kali memberlakukan larangan ini pada Agustus 2013 setelah beberapa musang luwak dinyatakan positif rabies dan telah memperpanjang kebijakan ini beberapa kali sejak saat itu.
Namun, ditjen tersebut mengatakan anjing peliharaan, kucing, dan mamalia lainnya akan diizinkan dengan syarat tertentu di tiga kawasan rekreasi hutan nasional -- Neidong, Chihnan, dan Jhihben -- serta tiga taman hutan dataran: Aogu Wetland, Linhousilin, dan Danongdafu.
Pada tahun 2020, FANCA pertama kali mengizinkan hewan peliharaan masuk ke Taman Hutan Dataran Linhousilin secara uji coba. Kebijakan ini diperluas ke lima kawasan pada tahun 2022 dan menjadi enam kawasan pada tahun 2024.
Pemilik hewan peliharaan diwajibkan untuk mengajukan permohonan terlebih dahulu dan memberikan dokumen yang menunjukkan hewan mereka telah terdaftar dan menerima vaksinasi rabies.
Pemilik juga harus menandatangani pernyataan yang menyetujui untuk menjaga hewan peliharaan mereka tetap di tali dengan panjang tidak lebih dari 1,5 meter atau di dalam kandang, keranjang, atau stroller selama berada di kawasan rekreasi atau taman.
Anjing pelacak dan anjing pekerja lain yang menjalankan tugas resmi dikecualikan dari larangan ini, karena mereka membantu upaya penyelamatan saat terjadi kecelakaan di daerah pegunungan, kata badan tersebut.
Selesai/ja