Taipei, 15 Juli (CNA) Linkou Chang Gung Memorial Hospital mencatatkan laba keseluruhan tertinggi di antara 240 rumah sakit di Taiwan pada tahun 2024, dengan surplus sebesar NT$3.726 miliar (Rp 2,09 triliun), menurut laporan yang dirilis Rabu (15/7) oleh Badan Asuransi Kesehatan Nasional (NHIA).
Rumah sakit yang berbasis di Taoyuan ini mempertahankan posisi teratas selama sembilan tahun berturut-turut, sebagian didukung oleh pendapatan dividen, kata Sekretaris Utama NHIA Liu Lin-yi (劉林義).
Keuntungannya turun dari NT$5,631 miliar pada tahun 2023, terutama karena pendapatan dividen menurun sekitar NT$1,8 miliar, tambah Liu.
Rumah Sakit Memorial Chang Gung Kaohsiung menempati peringkat kedua dengan laba NT$2,865 miliar, diikuti oleh Rumah Sakit Universitas Kedokteran China (CMUH) dengan NT$2,389 miliar, Rumah Sakit Umum Veteran Taipei dengan NT$2,04 miliar, dan Rumah Sakit Umum Veteran Taichung (TCVGH) dengan NT$1,901 miliar.
Melengkapi 10 besar adalah Kaohsiung Medical University Chung-Ho Memorial Hospital (KMUH), National Taiwan University Hospital, National Cheng Kung University Hospital, Taoyuan Chang Gung Memorial Hospital, dan Chung Shan Medical University Hospital.
Menurut laporan tersebut, sekitar 90 persen dari 240 rumah sakit di Taiwan mencatatkan laba pada tahun 2024, sementara 10 persen sisanya mengalami kerugian.
Namun, jika hanya operasi layanan kesehatan yang diperhitungkan, 75 persen rumah sakit melaporkan laba operasional, sementara 25 persen mengalami kerugian.
CMUH mencatatkan laba tertinggi dari layanan kesehatan saja selama 11 tahun berturut-turut, memperoleh NT$1,78 miliar, diikuti oleh KMUH dengan NT$1,336 miliar dan TCVGH dengan NT$1,003 miliar, menurut laporan tersebut.
Jika dirinci berdasarkan tingkat rumah sakit, 20 dari 22 pusat medis di Taiwan melaporkan laba operasional dari layanan kesehatan, sementara dua lainnya mengalami kerugian. Di antara rumah sakit regional, 65 (hampir 80 persen) mencatatkan laba dan 18 mengalami kerugian. Dari rumah sakit distrik, 89 (sekitar 70 persen) menguntungkan, sementara 41 melaporkan kerugian.
Kaohsiung Medical University Gangshan Hospital mencatatkan kerugian operasional terbesar dari layanan kesehatan sebesar NT$676 juta, diikuti oleh Cabang Longquan dari Pingtung Veterans General Hospital sebesar NT$369 juta, menurut laporan tersebut.
Liu mengatakan kedua rumah sakit tersebut relatif baru dan menghadapi biaya awal dan operasional yang lebih tinggi.
Selesai/IF