MAC: Perjalanan subsidi ke Tiongkok untuk guru Taiwan bawa risiko 'front bersatu'

15/07/2026 12:56(Diperbaharui 15/07/2026 12:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Shutterstock)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Shutterstock)

Taipei, 15 Juli (CNA) Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC) pada Selasa (14/7) memperingatkan bahwa perjalanan delapan hari ke Xinjiang, sebuah daerah otonom di Tiongkok, yang sangat disubsidi dan ditujukan untuk para guru muda Taiwan, dapat membuat para peserta terpapar pada operasi pengaruh "front bersatu" Beijing.

Dengan menargetkan para guru melalui perjalanan musim panas yang akan datang, otoritas Tiongkok mungkin berupaya membangun "simpul" di kampus-kampus Taiwan, kata Wakil Kepala MAC Shen Yu-chung (沈有忠) sebelum seminar di Taipei.

"Jika beberapa guru di kampus-kampus Taiwan menjadi simpul untuk kerja front bersatu, akan jauh lebih mudah bagi mereka (mengacu pada otoritas Tiongkok) untuk menggunakan simpul-simpul tersebut guna menarik lebih banyak anak muda ke dalam program serupa di masa depan," kata Shen.

Perjalanan yang dikritik oleh Shen, berjudul "Tur Guru Muda Lintas Selat ke Xinjiang Utara," pertama kali menarik perhatian publik pada Selasa pagi setelah Liberty Times berbahasa Mandarin melaporkan program tersebut.

Liberty Times mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa program itu dipresentasikan sebagai pertukaran lintas selat tetapi sebenarnya dimaksudkan untuk "mencuci otak" para peserta.

Dijadwalkan pada 14-21 Agustus, perjalanan ini akan membawa hingga 25 guru Taiwan berusia di bawah 45 tahun, menurut informasi yang dipublikasikan oleh penyelenggaranya, Chinese Youth International yang berbasis di Taipei.

Penyelenggara, yang mencantumkan salah satu misinya sebagai mempromosikan pertukaran di antara "pemuda Tionghoa di seluruh Selat Taiwan," terutama mencari guru yang tertarik pada budaya etnis minoritas Tiongkok, lingkungan alam, pendidikan, dan pembangunan daerah untuk bergabung dalam perjalanan ini.

Peserta diharuskan membayar tiket pesawat sendiri dan biaya pendaftaran sebesar NT$4.000 (Rp2,25 juta), sementara makanan dan akomodasi selama perjalanan akan ditanggung oleh penyelenggara.

Rencana perjalanan mencakup kunjungan ke sebuah universitas, sekolah kejuruan, fasilitas yang dioperasikan oleh Want Want Group Taiwan dan beberapa museum, serta kegiatan budaya dan tur ke berbagai objek wisata di Xinjiang.

Hingga Selasa, pendaftaran telah ditutup, dan halaman pendaftaran tidak mengungkapkan sumber pendanaan untuk perjalanan tersebut.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang perjalanan ini, Shen berspekulasi bahwa penyelenggara mungkin membatasi peserta di bawah usia 45 tahun karena mereka menganggap anak muda "lebih mudah dipengaruhi," dengan pandangan tentang identitas nasional dan "perbedaan antara teman dan lawan" yang belum begitu kuat.

"Ini membuat lebih mudah untuk membentuk ulang pandangan mereka tentang identitas nasional melalui kerja front bersatu," katanya.

Menggambarkan perjalanan yang berfokus pada guru ini sebagai "pendekatan baru" dibandingkan dengan program serupa sebelumnya yang lebih menyasar anak muda secara umum, Shen mengatakan MAC akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk mengingatkan masyarakat dan terus memperkuat kesadaran akan risiko yang terlibat.

"Tidak ada makan siang gratis," kata Shen, memperingatkan bahwa program yang menawarkan keramahan lokal bersubsidi mungkin hanya menampilkan citra positif Tiongkok sambil menutupi risiko aktivitas "front bersatu" Beijing.

Pemerintah akan lebih lanjut mengingatkan sekolah-sekolah untuk berhati-hati terhadap program semacam itu, tambahnya.

Namun, Shen tidak mengatakan apakah pihak berwenang akan mengambil tindakan apa pun untuk mencegah perjalanan tersebut berlangsung atau menyelidiki penyelenggaranya.

Meskipun Shen menggambarkan program tersebut sebagai menimbulkan risiko "front bersatu", saat ini belum ada bukti publik yang secara langsung mengaitkan tur tersebut dengan otoritas Tiongkok.

Namun, beberapa tur sebelumnya yang diselenggarakan oleh penyelenggara memang melibatkan pertukaran dengan institusi Tiongkok, sementara pejabatnya telah berpartisipasi dalam kegiatan yang terkait dengan Straits Forum, yang oleh MAC digambarkan sebagai platform Beijing untuk kerja front bersatu terhadap Taiwan.

(Oleh Sunny Lai dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.