Lai berikan penghargaan tertinggi kepada Franck Paris atas jasanya dalam memajukan hubungan Taiwan-Prancis

16/07/2026 10:10(Diperbaharui 16/07/2026 10:10)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te (kanan) dan Direktur Kantor Prancis di Taipei, Franck Paris (kiri), yang mengenakan Order of Brilliant Star dengan Grand Cordon, bersulang dalam upacara di Kantor Kepresidenan di Taipei hari Rabu. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Presiden Lai Ching-te (kanan) dan Direktur Kantor Prancis di Taipei, Franck Paris (kiri), yang mengenakan Order of Brilliant Star dengan Grand Cordon, bersulang dalam upacara di Kantor Kepresidenan di Taipei hari Rabu. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 16 Juli (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Rabu (16/7) menganugerahkan Order of Brilliant Star with Grand Cordon kepada Direktur Kantor Prancis di Taipei yang akan mengakhiri masa jabatannya, Franck Paris, sebagai penghormatan atas upayanya memperkuat kerja sama Taiwan-Prancis di bidang politik, budaya, sains, dan bidang lainnya.

Paris, yang mulai menjabat pada Agustus 2023, dijadwalkan meninggalkan Taiwan hari Kamis setelah menyelesaikan masa tugasnya. Lai memuji Paris karena telah membantu meningkatkan hubungan bilateral dan memperdalam pertukaran antara kedua pihak.

Lai mengatakan bahwa upaya Paris selama masa jabatannya telah berkontribusi pada pencapaian tonggak penting dalam hubungan kedua pihak, termasuk pertukaran politik yang lebih erat, kolaborasi ilmiah, dan program pemuda yang membantu lebih dari 100 anak muda Taiwan mengejar peluang di Prancis.

Lai juga menyoroti dukungan Paris yang berkelanjutan terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, seraya mengatakan bahwa Taiwan berharap dapat terus bekerja sama dengan Prancis di bidang teknologi, industri, dan kerja sama strategis.

Paris berterima kasih kepada Lai atas penghargaan tersebut dan membagikan pengakuan itu kepada timnya di Kantor Prancis di Taipei serta Kementerian Luar Negeri Taiwan. Ia mengatakan bekerja sama dengan Taiwan merupakan pengalaman yang berharga dan bahwa Prancis akan tetap menjadi mitra Taiwan.

Paris mengatakan Taiwan dan Prancis bukanlah pesaing, melainkan mitra dengan kekuatan yang saling melengkapi, dengan peluang kerja sama di bidang semikonduktor, kecerdasan buatan, keamanan siber, antariksa, dan teknologi kuantum.

Paris, yang akan kembali ke Prancis untuk memimpin Paris Peace Forum, mengatakan ia akan terus mempromosikan hubungan Taiwan-Prancis dalam peran barunya, seraya menambahkan bahwa "Taiwan telah mendapatkan seorang teman di Paris."

(Oleh Yang Yao-ju, Lee Hsin-Yin, dan Jennifer Aurelia) 

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.