Gamelan Bali hadir di Taipei Children's Arts Festival

15/07/2026 11:30(Diperbaharui 15/07/2026 11:30)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pengunjung mencoba mendengarkan musik gamelan Bali. (Sumber Foto : KDEI Taipei).
Pengunjung mencoba mendengarkan musik gamelan Bali. (Sumber Foto : KDEI Taipei).

Taipei, 15 Juli (CNA) Pameran Gamelan Bali yang memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi muda Taiwan menjadi bagian dari Taipei Children's Arts Festival, diadakan gratis di Taipei Performing Arts Center (TPAC) lantai 1, resmi dibuka pada Selasa (14/7) dan akan berlangsung hingga 2 Agustus mendatang, tulis rilis pers Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. 

Pameran ini menghadirkan pengalaman budaya yang interaktif dan edukatif, mengajak masyarakat Taiwan serta komunitas internasional untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni musik dan pertunjukan tradisional Bali, Indonesia. Adapun instrumen gamelan, seni pertunjukan, hingga media audiovisual yang memperkenalkan tradisi Bali disajikan kepada pengunjung berbagai usia, tulis pernyataan tersebut. 

Melalui pameran ini, pengunjung dapat menikmati berbagai sajian budaya, antara lain instrumen gamelan Bali yang dilengkapi panduan mendengarkan (guided listening) dalam bahasa Mandarin dan Inggris, zona interaktif yang memungkinkan pengunjung mencoba memainkan pola kotekan Bali.

Wayang kulit yang juga dipamerkan. (Sumber Foto : KDEI Taipei).
Wayang kulit yang juga dipamerkan. (Sumber Foto : KDEI Taipei).

Ada juga koleksi Barong, Topeng Bali (topeng raja dan orang tua), serta Wayang Kulit yang menampilkan tokoh pemanah pahlawan dan raksasa, yang didatangkan langsung dari Bali, dan empat video pendek yang memperkenalkan Tari Baris, Tari Topeng, keterlibatan anak-anak dalam musik dan tari Bali, serta perkembangan gamelan Bali di Taiwan.

Pameran ini dikurasi oleh Professor Wang Ying-fen (王櫻芬) melalui kolaborasi dengan Taipei Performing Arts Center (TPAC). Bagi Professor Wang, kegiatan ini menjadi pengalaman kuratorial pertamanya sekaligus kesempatan  untuk berbagi keindahan gamelan Bali dengan masyarakat yang lebih luas, catat rilis pers tersebut.

Selain instrumen musik, pameran ini juga menghadirkan berbagai koleksi seni Bali yang diperoleh langsung dari Bali melalui bantuan I Nyoman Windha, termasuk barong, topeng tradisional, dan seniman wayang kulit, tulis pernyataan tersebut.

Koleksi barong yang langsung didatangkan dari Bali. (Sumber Foto : KDEI Taipei).
Koleksi barong yang langsung didatangkan dari Bali. (Sumber Foto : KDEI Taipei).

Saat dihubungi oleh CNA, Ruth Evelin Pasaribu Kepala Bidang Pariwisata KDEI Taipei mengatakan, dari sisi pariwisata, promosi budaya memiliki peran yang sangat strategis. Ketika masyarakat dapat mengenal dan merasakan langsung keunikan budaya Indonesia melalui musik, tari, maupun seni pertunjukan, hal tersebut akan membangkitkan rasa ingin tahu dan mendorong minat untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

“Kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Prof. Wang beserta National Taiwan University (NTU) atas komitmen dan dedikasinya dalam mempromosikan budaya Indonesia di Taiwan. Selama ini, Prof. Wang tidak hanya aktif melakukan kajian akademik mengenai gamelan Bali, tetapi juga menjembatani pertukaran budaya melalui berbagai kegiatan edukasi, pertunjukan, dan pameran,” ujar Ruth.

(Sumber Foto : KDEI Taipei)
(Sumber Foto : KDEI Taipei)

Ruth mengatakan pihaknya akan terus melibatkan lebih banyak mitra, baik institusi budaya, akademisi, komunitas seni, maupun pelaku industri pariwisata di Taiwan. Tidak hanya dalam bentuk pameran, tetapi juga lokakarya, pertunjukan, pertukaran seniman, hingga program edukasi yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Kami tentu menyambut baik apabila kegiatan seperti Pameran Gamelan Bali dapat diselenggarakan secara berkala. Penyelenggaraan yang berkesinambungan akan memberikan dampak yang lebih besar dalam memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang kaya akan budaya, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat di antara warga Indonesia dan Taiwan,” ungkapnya.

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.