Dua WNI di Taiwan terluka akibat Taifun Bavi

11/07/2026 23:26(Diperbaharui 11/07/2026 23:42)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Longsor batu menimpa sebagian bangunan tempat tinggal di Kota Keelung pada Sabtu. (Sumber Foto : Pemerintah Kota Keelung)
Longsor batu menimpa sebagian bangunan tempat tinggal di Kota Keelung pada Sabtu. (Sumber Foto : Pemerintah Kota Keelung)

Taipei, 11 Juli (CNA) Taifun Bavi yang melanda Taiwan hari Sabtu (11/7) hingga pukul 19.00 telah menyebabkan 113 orang terluka, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI), kata Pusat Operasi Darurat Nasional di rapat koordinasi.

Kedua WNI tersebut masing-masing adalah perempuan berusia 24 tahun di Kabupaten Yunlin dan laki-laki berusia 24 tahun di Taichung, bersanding dengan tiga warga negara asing (WNA) lainnya yang juga dilaporkan terluka, yakni dua asal Vietnam dan satu Filipina, menurut CEOC.

CEOC menjelaskan bahwa penyebab cedera ke-113 korban antara lain pengendara sepeda motor atau sepeda yang terjatuh akibat angin kencang maupun jalan yang licin, serta warga yang jatuh, tertimpa, atau mengalami luka benda tajam saat melakukan persiapan menghadapi taifun.

Cedera meliputi lecet, memar, luka robek, dan patah tulang, kata CEOC, mencatat bahwa banyak korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, dan tidak ada korban meninggal maupun korban luka berat.

Dalam rapat yang disiarkan langsung, Komandan CEOC Liu Shyh-fang (劉世芳) sempat meminta agar informasi WNA yang menjadi korban dipastikan kembali ke Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), untuk dikonfirmasi bahwa cedera mereka benar-benar terkait dengan taifun.

Pejabat yang memaparkan informasi itu menjawab dengan mengiyakan, dan menjelaskan bahwa informasi mengenai WNA dibuka karena Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei "memerhatikan" apakah ada warga negaranya yang terluka.

CNA telah meminta informasi lebih lanjut kepada MOHW, yang kemudian mengatakan pertanyaan dapat diajukan melalui CEOC.

Sebelumnya, menjelang taifun, KDEI telah mengimbau seluruh WNI di Taiwan agar tetap waspada, mempersiapkan kebutuhan logistik sehari-hari, serta mengikuti perkembangan informasi dari otoritas setempat dan pihaknya.

KDEI juga mengimbau WNI yang wilayahnya diliburkan untuk tidak keluar kediaman "kecuali untuk keperluan mendesak" dengan tetap memerhatikan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing.

Hingga pukul 19.00, Bavi telah mengakibatkan 2.156 laporan bencana, dengan 489 kasus masih dalam penanganan. Wilayah yang paling banyak terdampak adalah New Taipei, Taipei, Taichung, Tainan, dan Kaohsiung, menurut CEOC.

Jenis kejadian yang paling banyak dilaporkan meliputi pohon tumbang serta kerusakan infrastruktur publik seperti lampu jalan, lampu lalu lintas, dan kabel listrik yang putus atau jatuh, menurut pusat tersebut.

Juga per pukul 19.00, total 14.605 orang telah dievakuasi, dengan yang terbanyak di Kabupaten Hualien yakni 5.182 orang, diikuti Taichung dengan 2.094 orang, dan New Taipei 1.700 orang, menurut CEOC.

Per pukul 18.30, CEOC juga mencatat telah dikeluarkan "peringatan merah"  -- tingkat tertinggi -- untuk 88 alur sungai yang berpotensi mengalami aliran tanah dan batu, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Hsinchu dengan 35, sementara sisanya di Taoyuan serta kabupaten Miaoli, Yunlin, dan Chiayi.

Di antaranya, terdapat enam zona yang berpotensi longsor skala besar, dengan empat berada di Hsinchu dan sisanya di Taoyuan dan Miaoli, menurut CEOC.

Di samping itu, 169 alur sungai berstatus "peringatan kuning" -- tingkat terendah -- untuk potensi aliran tanah dan batu, dengan empat zona yang berpotensi longsor skala besar, menurut CEOC.

Setelah mendengarkan laporan dari berbagai instansi, Liu, yang juga menteri dalam negeri, menyebut bahwa meskipun lingkaran badai Taifun Bavi sedikit mengecil, cakupan wilayah yang terdampak masih sangat luas.

Oleh karena itu, kata Liu, instansi-instansi pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan berbagai langkah kesiapsiagaan.

Ia juga menegaskan bahwa untuk wilayah pegunungan, pulau-pulau terluar, dan daerah terpencil yang rawan, pengujian jaringan komunikasi harus terus dilakukan guna memastikan komunikasi tetap lancar sehingga informasi mengenai kondisi bencana, situasi lalu lintas, serta akses jalan dapat terus dipantau tepat waktu.

Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) mengatakan Pulau Taiwan diperkirakan dapat keluar dari lingkaran badai Bavi paling cepat pada Sabtu larut malam, dan peringatan darat maupun laut diperkirakan akan dicabut secara bertahap mulai Minggu dini hari hingga pagi.

Meski demikian, wilayah Miaoli, Taichung, Nantou, serta daerah pegunungan di Taiwan bagian tengah dan selatan masih perlu mewaspadai hujan yang berpotensi turun dengan intensitas tinggi sepanjang malam, catat CWA.

(Oleh Liu Chien-pang, Chang Hsiung-feng, dan Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.