Taipei, 9 Juli (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada Kamis (9/7) menyatakan pemberi kerja wajib bertanggung jawab membantu perjalanan pekerja menuju tempat kerja jika meminta pekerja untuk tetap bekerja selama Taifun Bavi.
MOL menambahkan perusahaan harus menghindari menugaskan pekerja untuk melakukan pekerjaan berisiko tinggi seperti pekerjaan di luar ruangan atau konstruksi luar ruangan. Jika pekerjaan tersebut benar-benar mendesak, perusahaan wajib menyediakan perlindungan sesuai dengan pedoman keselamatan kerja luar ruangan.
Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) mengeluarkan peringatan laut untuk Taifun Bavi, seraya memperingatkan ancaman terhadap perairan di sebelah timur Taiwan dan Selat Bashi di selatan Taiwan, sementara peringatan taifun daratan kemungkinan diterbitkan pada dini hari besok.
MOL mengatakan bahwa Taifun Bavi berpotensi membawa angin kencang dan hujan lebat yang dapat mengancam keselamatan tempat kerja maupun masyarakat. Apabila kepala daerah mengumumkan penghentian kerja dan sekolah akibat bencana alam, pekerja berhak tidak masuk kerja demi keselamatan jiwa. Berdasarkan aturan yang berlaku, ketidakhadiran tersebut tidak boleh dianggap sebagai mangkir, keterlambatan, atau pemaksaan menggunakan cuti pribadi maupun jenis cuti lainnya.
Kementerian tersebut menjelaskan, jika perusahaan tetap membutuhkan pekerja untuk masuk kerja, pemberi kerja wajib membantu kebutuhan transportasi pekerja. Apabila pekerja mengalami kesulitan menggunakan cara transportasi normal untuk pergi atau pulang kerja dan harus menggunakan taksi, maka biaya terkait harus ditanggung oleh perusahaan.
Selain itu, bagi pekerja yang melakukan pekerjaan lapangan, konstruksi luar ruang, perbaikan, maupun pemeriksaan teknis yang memiliki risiko tinggi, MOL mengingatkan perusahaan agar mematuhi Pasal 286-2 dalam Peraturan Fasilitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Pedoman Keselamatan Pekerjaan Luar Ruangan Saat Taifun.
Perusahaan harus menyiapkan perlengkapan seperti jaket pelampung, helm keselamatan, alat komunikasi, dan sarana transportasi yang diperlukan untuk memastikan pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman.
MOL menegaskan bahwa selama terjadi bencana alam, prinsip “keselamatan adalah prioritas utama” merupakan tanggung jawab dasar pemberi kerja. Perusahaan harus menerapkan tiga tahap pencegahan, yaitu melakukan persiapan sebelum bencana, menghindari risiko saat bencana berlangsung, serta melakukan pemeriksaan setelah bencana selesai. Langkah ini bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja sekaligus mengurangi kerugian akibat bencana.
Apabila perusahaan tidak menerapkan langkah perlindungan yang diperlukan selama masa taifun dan hal tersebut menyebabkan kecelakaan kerja, pemerintah akan melakukan penyelidikan dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.
(Oleh Wu Hsin-yin dan Muhammad Irfan)
Selesai/ja