Taipei, 28 Juni (CNA) Kanker menjadi penyebab utama kematian di Taiwan pada tahun 2025, mempertahankan tren tersebut selama 44 tahun berturut-turut, sementara jumlah kematian secara keseluruhan di Taiwan menurun untuk tahun ketiga berturut-turut, menurut statistik yang dirilis pada hari Senin (22/6) oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW).
Sebanyak 199.576 orang meninggal di Taiwan tahun lalu, turun 1.807 dari tahun sebelumnya, sehingga menghasilkan angka kematian sebesar 854,7 per 100.000 penduduk, turun 0,6 persen, kata Lu Shu-chun (呂淑君), kepala seksi di Departemen Statistik MOHW, dalam sebuah konferensi pers.
Kanker, penyakit jantung, dan pneumonia tetap menjadi tiga penyebab utama kematian di Taiwan pada tahun 2025, diikuti oleh penyakit serebrovaskular, diabetes, hipertensi, kecelakaan, nefritis, sindrom nefrotik dan nefrosis, penyakit paru obstruktif kronis, dan bunuh diri, menurut data MOHW.
Data tersebut sebagian besar tidak berubah dari tahun sebelumnya, kecuali penyakit ginjal dan penyakit paru obstruktif kronis bertukar posisi di peringkat kedelapan dan kesembilan, kata Lu.
Bunuh diri tetap menjadi penyebab kematian ke-10, sementara COVID-19 turun dari peringkat ke-14 menjadi ke-19, ujarnya.
Statistik menunjukkan bahwa bunuh diri merenggut 3.951 jiwa pada tahun 2025, turun 2,7 persen dari tahun sebelumnya.
Meskipun kematian akibat bunuh diri menurun di kelompok usia 15-24, 25-44, dan 65 tahun ke atas, angka tersebut sedikit meningkat pada anak-anak di bawah 15 tahun dan orang dewasa berusia 45-64 tahun, menurut MOHW.
Kanker merenggut 54.838 jiwa pada tahun 2025 -- 32.537 pria dan 22.301 wanita -- menyumbang 27,5 persen dari seluruh kematian, menurut data tersebut.
Angka kematian akibat kanker adalah 234,9 kematian per 100.000 penduduk, sementara angka kematian akibat kanker yang telah disesuaikan menurut usia menurun dari 113,3 menjadi 111,5 per 100.000 penduduk, menurut statistik.
Rata-rata peningkatan tahunan kematian akibat kanker selama satu dekade terakhir adalah 1,5 persen, menurut MOHW.
Pada tahun 2025, kanker paru-paru, hati, dan kolorektal tetap menjadi penyebab utama kematian akibat kanker selama 22 tahun berturut-turut, kata Lu.
Sepuluh kanker paling mematikan di Taiwan tidak berubah dari tahun sebelumnya, menurut data tersebut. Urutannya adalah kanker trakea, bronkus dan paru-paru; hati dan saluran empedu intrahepatik; kolon, rektum dan anus; payudara wanita; prostat; rongga mulut; pankreas; lambung; esofagus; dan ovarium, menurut MOHW.
Angka kematian yang telah disesuaikan menurut usia menurun dari tahun sebelumnya untuk semua 10 jenis kanker, kecuali kanker paru-paru, pankreas, dan ovarium, yang masing-masing meningkat sebesar 3,5 persen, 8,2 persen, dan 12,7 persen, menurut data tersebut.
Lin Li-ju (林莉茹), wakil direktur jenderal Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan MOHW, mengaitkan peningkatan tersebut sebagian karena paparan jangka panjang terhadap faktor risiko kanker dan populasi lansia Taiwan -- yang kini hampir satu dari lima orang berusia 65 tahun ke atas.
Saat ini, belum ada alat skrining yang efektif dan direkomendasikan secara universal untuk kanker pankreas dan ovarium, dan skrining rutin pada orang tanpa gejala tidak dianjurkan, ujarnya, seraya menambahkan bahwa pemantauan jangka panjang diperlukan untuk menentukan apakah tren kenaikan ini akan berlanjut.
Sementara itu, angka kematian yang telah disesuaikan menurut usia menurun untuk kanker payudara wanita, rongga mulut, dan lambung; meningkat untuk kanker paru-paru dan serviks; dan tetap tidak berubah untuk kanker kolorektal, yang semuanya tercakup dalam program skrining pemerintah, kata Lu.
Selesai/ja