Taipei, 24 Juni (CNA) Chang Ju-shan (常如山), ketua jaringan klinik estetika Taiwan yang sebelumnya sudah dalam pengawasan karena dugaan pelanggaran privasi, hari Rabu (24/6) dituntut atas dugaan percobaan pemerkosaan dan pelanggaran perintah perlindungan.
Kejaksaan Taipei mengatakan ada cukup bukti atas tuduhan percobaan pemerkosaan tersebut, termasuk kesaksian dari pelapor, tersangka dan saksi, rekaman kamera pengawas, catatan komunikasi, laporan forensik DNA, dan dokumen medis.
Menurut tuntutan, seorang kenalan perempuan menuduh Chang mencoba memperkosanya. Setelah dia dipanggil untuk diinterogasi pada 5 Februari, perintah perlindungan dikeluarkan terhadapnya.
Namun, Chang tetap mengganggunya, sehingga melanggar perintah perlindungan, kata kejaksaan.
Tindakannya menyebabkan trauma berkepanjangan pada korban, kata kejaksaan, dan mereka berpendapat bahwa pengabaian Chang terhadap perintah pengadilan tersebut layak mendapatkan hukuman yang lebih berat.
Chang telah ditahan tanpa komunikasi sejak 8 Mei atas dugaan keterlibatannya dalam pelanggaran privasi di Airlee Group Co., Ltd., jaringan klinik kecantikannya.
Penyelidikan terhadap jaringan klinik tersebut dipicu unggahan media sosial dari seorang pelanggan yang meyakini bahwa benda yang tampak seperti detektor asap yang terpasang di langit-langit ruang perawatan di cabang Banqiao jaringan tersebut sebenarnya adalah kamera.
Kejaksaan saat ini sedang berupaya memulihkan rekaman kamera pengawas yang telah dihapus.
Beberapa cabang lain dari jaringan klinik tersebut sejak itu telah didenda atau diperintahkan pemerintah daerah untuk menghentikan operasional karena pelanggaran yang mencakup penagihan tanpa izin dan dugaan perekaman pasien tanpa izin.
Kasus ini juga memicu penyelidikan terhadap beberapa jaringan klinik estetika lain atas dugaan serupa.
Selesai/JC
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kekerasan dalam rumah tangga, penyerangan seksual, atau pelecehan, hubungi saluran siaga perlindungan 24 jam Taiwan di 113.