Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP29:
Ketua partai oposisi Taiwan Kuomintang, Cheng Li-wun pada 16 Juni kembali setelah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dari tanggal 1, di mana ia bertemu sejumlah pejabat dan pakar AS serta diaspora Taiwan.
Ketua Kuomintang Cheng Li-wen tiba di Amerika Serikat pada 1 Juni untuk melakukan kunjungan hingga kembali tiba di Taiwan pada tanggal 16.
Dalam konferensi pers di Los Angeles, ketika diminta CNA untuk mengomentari rencana latihan militer yang dipimpin AS di Hawaii, Cheng mengatakan sangat normal jika aktivitas seperti ini terus berlangsung, mengingat lingkungan keamanan yang kompleks di kawasan.
Cheng mencatat AS dan Tiongkok rutin melakukan aktivitas militer di kawasan, dan untuk mencapai perdamaian abadi pada akhirnya diperlukan penanganan langsung terhadap isu-isu itu.
Pemerintahan yang dipimpin Kuomintang, ucapnya, akan membangun mekanisme kepercayaan bersama untuk mengurangi aktivitas semacam itu di Selat Taiwan.
Dalam beberapa kesempatan terpisah, Cheng juga berdiskusi dengan sejumlah legislator lintas partai dan pakar AS, membahas isu energi hingga keamanan, kebijakan pertahanan, dan hubungan lintas Selat Taiwan.
Cheng juga sempat menjumpai komunitas Taiwan di Boston dan mengatakan Kuomintang ingin menjembatani hubungan lintas selat.
Lomba perahu naga internasional digelar di Taipei
Para pendayung menghadapi angin kencang, terik matahari, dan persaingan sengit pada 21 Juni, dalam final Kejuaraan Perahu Naga Internasional Taipei 2026 di Sungai Keelung yang berlangsung sejak tanggal 19.
Sementara beberapa tim merayakan keberhasilan naik podium setelah berhasil melewati persaingan dari 223 tim peserta, yang lainnya mengatakan ajang tahunan ini bukan sekadar soal peringkat, melainkan juga tentang kerja sama tim, persahabatan, dan inklusi, baik di dalam maupun di luar arena perlombaan.
Presiden Lai Ching-te pada 18 Juni bertemu dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, menyatakan harapan untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan, teknologi, dan industri.
Anggota DPR AS Lucy McBath dan Valerie Foushee pada 18 Juni bertemu Presiden Lai Ching-te di Kantor Kepresidenan di Taipei.
Dalam sambutannya, Lai mengatakan bahwa dalam lingkungan internasional yang berubah dengan cepat, Taiwan akan terus memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kemampuan pertahanan diri, sambil memperluas kerja sama pertahanan dengan AS untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Lai juga menyoroti pendalaman hubungan industri antara Taiwan dan negara bagian AS dengan menyebut Aliansi Pendidikan Semikonduktor Taiwan-AS, serta mencatat McBath dan Foushee mewakili pusat teknologi utama AS seiring ia mendorong perluasan kerja sama di bidang kecerdasan buatan dan ilmu pengetahuan maju antara kedua pihak.
Lai juga meminta Kongres AS mempercepat pengesahan undang-undang yang mencegah pajak berganda, yang menurutnya akan mengurangi hambatan investasi lintas negara dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk kerja sama komersial.
Menyambut Festival Perahu Naga pada 19 Juni, upacara menegakkan semangka digelar di Kabupaten Pingtung dengan diselingi kompetisi hias.
Lebih dari 1.000 semangka berdiri tegak di sepanjang 200 meter jalanan Desa Jiaodong, Kabupaten Pingtung pada 19 Juni, bertepatan dengan Festival Perahu Naga.
Tahun ini juga untuk pertama kalinya diadakan lomba kreasi bentuk semangka. Karya juara pertama menampilkan ide kreatif dengan menggabungkan elemen jambu air, salah satu hasil pertanian utama Jiaodong.
Sebuah perahu masyarakat adat Tao Taiwan tiba di kepulauan Batanes, Filipina pada 16 Juni sore setelah berangkat dari Pulau Orchid sehari sebelumnya.
Ovayan, kapal tradisional masyarakat adat Tao, pada 15 Juni berangkat dengan pendayung dari Pulau Orchid untuk menelusuri kembali jalur laut kuno yang dahulu menghubungkan mereka dengan masyarakat Ivatan di Batanes, Filipina.
Perjalanan sempat beberapa kali menghadapi masalah, termasuk angin kencang, laut bergelombang, dan ombak setinggi 4 meter, hingga air masuk ke perahu dan membuat tim sempat menariknya dengan kapal pendamping.
Ovayan tiba di Pelabuhan Mahatao pada tanggal 16 sore untuk perbaikan darurat, kemudian didayung ke titik lain di mana masyarakat Tao disambut sekitar 300 penduduk Batanes.
Kedua komunitas ini secara historis menjalin hubungan erat, tetapi terputus sekitar 300 tahun lalu akibat kesalahpahaman.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)