Kaohsiung, 8 Jun. (CNA) Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memerangi narkoba dan kejahatan terorganisir, memperdalam upaya konservasi laut, serta memajukan penelitian oseanografi selama upacara peringatan Hari Laut Nasional di Kaohsiung pada hari Minggu (7/6).
Berbicara di Dermaga 16 dan 17 Pelabuhan Kaohsiung, Cho mengatakan ia berharap Hari Laut Nasional akan menjadi simbol kedaulatan nasional, keamanan maritim, dan perlindungan lingkungan.
Cho mencatat bahwa ini adalah perayaan Hari Laut Nasional pertama sejak Undang-Undang Konservasi Laut mulai berlaku pada Juli 2025, dan mengatakan pemerintah akan terus mendukung proyek-proyek yang dipimpin oleh Akademi Nasional Penelitian Kelautan, termasuk pembentukan tim survei laut dan laboratorium pengujian model kapal nasional.
Pemerintah juga akan terus mempromosikan penjaga pantai terpadu laut-udara untuk meningkatkan keamanan maritim dan ketahanan nasional, ujarnya.
Cho juga menyoroti inisiatif anti-kejahatan dan anti-narkoba yang baru-baru ini diumumkan oleh Yuan Eksekutif (Kabinet), termasuk rencana pembentukan satuan tugas komando pusat yang menggabungkan kejaksaan, polisi, penyidik, polisi militer, penjaga pantai, dan otoritas bea cukai.
Dalam upacara yang diselenggarakan oleh Dewan Urusan Kelautan (OAC), Menteri OAC Kuan Bi-ling (管碧玲) memperingatkan bahwa Tiongkok telah meningkatkan aktivitas "zona abu-abu" di perairan sekitar pulau.
Ia menyinggung insiden 7 Mei yang melibatkan kapal riset Tiongkok Tongji dan aktivitas terbaru kapal penjaga pantai serta kapal survei Tiongkok di dekat perairan yang dikuasai Taiwan.
Menurut Kuan, Tiongkok berupaya menciptakan kesan bahwa mereka memiliki yurisdiksi hukum atas perairan sekitar Taiwan melalui apa yang mereka sebut "operasi penegakan lalu lintas maritim khusus."
"Di mana ada penjaga pantai, di situ ada kedaulatan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Taiwan tidak akan menerima upaya mengubah status quo melalui cara-cara koersif.
Acara tersebut juga menampilkan untuk pertama kalinya secara publik kecerdasan buatan generasi kedua Penguin C Mk2.5 VTOL milik Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) yang baru dibeli, dengan harga sekitar US$7 juta (Rp127,16 miliar) dan pengiriman penuh diharapkan selesai pada akhir Juni.
Dilengkapi dengan sistem pengenalan gambar waktu riil berbasis AI, pesawat nirawak (drone) lepas landas dan mendarat vertikal ini dirancang untuk misi pengawasan maritim dan patroli udara. Drone ini dapat beroperasi lebih dari 10 jam dan memiliki jangkauan kendali jarak jauh hingga 180 kilometer.
Upacara tersebut juga memberikan penghargaan kepada organisasi dan individu yang diakui sebagai panutan konservasi laut atas kontribusi mereka terhadap ekologi laut, restorasi terumbu karang, dan konservasi cetacea.
Selain itu, perayaan Hari Laut Nasional juga menampilkan tur publik kapal patroli Yunlin CGA berbobot 4.000 ton, pertunjukan bertema laut, pasar dan pameran kebijakan kelautan, serta parade laut yang diikuti peserta cosplay.
Selama tur, pengunjung diberikan akses ke empat bagian kapal -- kapal penyelamat, anjungan, fasilitas medis, dan dek penerbangan.