Taipei, 11 Mei (CNA) Direktorat Jenderal Pajak Nasional (NTB) Taiwan hari Senin (11/5) mengimbau warga untuk mewaspadai "empat modus penipuan" yang berdalih "pemberitahuan pengembalian pajak", dan menegaskan kantor pajak tidak pernah memberikan notifikasi pengembalian dana melalui SMS, surel, maupun media sosial.
Dalam siaran pers, NTB Wilayah Tengah mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari warga yang mendapatkan pesan mencurigakan mengenai klaim dana pengembalian pajak berjumlah besar atau dana yang telah jatuh tempo, yang biasanya meminta mereka mengklik tautan tertentu atau mengisi data pribadi secara lengkap.
Otoritas pajak mencatat bahwa taktik penipuan saat ini semakin canggih, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan pesan yang menyerupai pengumuman resmi pemerintah.
Di antara "empat modus penipuan pengembalian pajak yang umum ditemui", kata NTB, ada penipu yang mengirim pesan melalui SMS atau surel mengenai pengembalian pajak, meskipun warga merasa tidak pernah mengajukan permohonan klaim tersebut.
Di modus yang lainnya, kata NTB, penipu membangun situasi mendesak dengan menggunakan istilah seperti "kedaluwarsa", "segera proses", atau ancaman "hukuman" jika dana tidak segera diklaim guna memicu kepanikan dan ketergesaan korban.
Kemudian, kata NTB, adalah menautkan situs web palsu, dengan menggunakan domain nonpemerintah seperti ".com" atau ".net", atau memanipulasi alamat situs resmi dengan menambahkan huruf atau angka di depan domain ".gov.tw" untuk mengelabui mata.
Juga ada penipu yang meminta data sensitif, seperti informasi rahasia termasuk nomor identitas, nomor rekening bank, atau kode verifikasi (OTP) melalui tautan yang disediakan.
NTB menekankan bahwa prosedur resmi pengembalian pajak tidak akan pernah meminta warga untuk mengoperasikan mesin ATM, memberikan informasi kartu kredit, atau membagikan kata sandi perbankan kepada siapa pun.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang jika menerima pesan mencurigakan, dan disarankan untuk tidak mengklik tautan apa pun atau mengunduh lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, tambah biro tersebut.
Untuk verifikasi, masyarakat dapat segera menghubungi saluran siaga antipenipuan di 165 atau kantor pajak setempat guna memastikan kebenaran informasi tersebut, tambah NTB.
(Oleh Lu Yen-tzu dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC