Kelompok usaha Taiwan tegaskan dukung rencana pekerja migran India

16/04/2026 19:01(Diperbaharui 16/04/2026 19:01)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Ketua Chinese National Federation of Industries, Pan Chun-jung (kedua dari kiri) dalam rapat umum federasi hari Kamis. (Sumber Foto : CNA, 16 April 2026)
Ketua Chinese National Federation of Industries, Pan Chun-jung (kedua dari kiri) dalam rapat umum federasi hari Kamis. (Sumber Foto : CNA, 16 April 2026)

Taipei, 16 Apr. (CNA) Seorang ketua kelompok usaha Taiwan hari Kamis (16/4) mengatakan mendatangkan pekerja migran dari India secara keseluruhan berdampak positif bagi industri seiring dengan masalah kekurangan tenaga kerja, dan ia berharap pemerintah dapat segera melaksanakannya.

Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) pada 9 April mengatakan pekerja migran India kemungkinan dapat mulai datang paling cepat tahun ini, yang memicu kekhawatiran sebagian masyarakat terkait dampaknya terhadap keamanan publik.

Menanggapi ini, Ketua Chinese National Federation of Industries (CNFI) Pan Chun-jung (潘俊榮), dalam wawancara media di rapat umumnya pada Kamis, mengatakan kekurangan terbesar Taiwan saat ini adalah tenaga kerja.

Pan mengatakan dirinya sangat mendukung kebijakan mendatangkan pekerja migran dari India dan berharap pemerintah mempercepat langkah pembukaan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja, sementara menyebut pihak yang menolak rencana ini mungkin kurang memahami kebutuhan nyata industri.

Saat ini, negara-negara Asia Tenggara tengah mengalami pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sehingga kebutuhan tenaga kerja di sana juga meningkat,"Bahkan mereka sendiri sudah kekurangan tenaga kerja," membuat jumlah pekerja migran dari sana menjadi terbatas dan Taiwan perlu membuka sumber baru, ucapnya.

Pan menegaskan bahwa jika kekurangan tenaga kerja terus berlanjut, operasional dan daya saing perusahaan akan terpengaruh, bahkan dapat terjadi kondisi di mana ada pekerjaan tetapi tidak ada yang mengerjakannya.

Ia menyatakan pemerintah harus berangkat dari kebutuhan industri secara keseluruhan, melakukan pendataan kebutuhan tenaga kerja di tiap sektor sebagai dasar penentuan jumlah pekerja migran yang akan didatangkan.

Terkait jumlah pembukaan, Pan menyatakan bahwa prinsipnya harus "memenuhi kebutuhan industri", sekaligus menjaga keseimbangan pasar tenaga kerja secara keseluruhan.

Oleh karena itu, kata Pan, perlu dilakukan survei kebutuhan tiap sektor serta perencanaan alokasi tenaga kerja secara hati-hati untuk menghindari kelebihan pasokan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu terlalu khawatir terhadap isu pekerja migran India, dan kembali menegaskan kekurangan tenaga kerja di industri memang nyata sehingga kebijakan ini diperlukan.

(Oleh Tseng Yun-ting dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.