Pria Taiwan didiagnosis campak usai pulang dari Indonesia

15/04/2026 16:02(Diperbaharui 15/04/2026 16:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Direktur Pusat Intelijen Epidemi Taiwan CDC, Kuo Hung-wei dalam laporan mingguan rutin hari Selasa. (Sumber Foto : CNA, 14 April 2026)
Direktur Pusat Intelijen Epidemi Taiwan CDC, Kuo Hung-wei dalam laporan mingguan rutin hari Selasa. (Sumber Foto : CNA, 14 April 2026)

Taipei, 15 Apr. (CNA) Seorang pria warga negara Taiwan yang baru-baru ini diumumkan sebagai kasus impor campak telah diketahui sempat bepergian ke Indonesia pada pertengahan Maret dan mengalami gejala sebelas hari setelah kembali, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) hari Selasa (14/4).

Departemen Kesehatan Kota Taipei pada Jumat lalu menyampaikan bahwa pasien, berusia 30-an tahun, mulai mengalami kelelahan dan konjungtivitis pada 1 April, dan dua hari setelahnya demam, batuk, dan ruam. Ia dinyatakan positif campak pada 8 April.

Direktur Pusat Intelijen Epidemi Taiwan CDC, Kuo Hung-wei (郭宏偉) dalam laporan mingguan rutin hari Selasa menyatakan bahwa pasien tersebut pergi ke Indonesia pada pertengahan Maret tahun ini, dan mengalami gejala sebelas hari setelah kembali ke Taiwan.

Ia dipastikan terinfeksi setelah berobat dan dilakukan pemeriksaan, kata Kuo, menambahkan bahwa otoritas kesehatan telah mengidentifikasi 384 orang kontak terkait dan akan melakukan pemantauan hingga 21 April.

Wakil Direktur Jenderal CDC Tseng Shu-hui (曾淑慧) menyatakan bahwa karena campak merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara dan memiliki tingkat penularan yang tinggi, pelacakan kontaknya dilakukan secara luas, tetapi kasus ini bukan yang memiliki jumlah kontak terbanyak tahun ini.

Dari awal tahun ini hingga Selasa, kata Kuo, Taiwan telah mencatat tujuh kasus campak dengan rentang usia dari kurang dari 1 tahun hingga 50-an. Dua di antaranya hasil penularan lokal, sementara sisanya merupakan impor masing-masing dari Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat, India, dan Indonesia, ujarnya.

Ia juga mencatat bahwa di Asia, negara-negara seperti Indonesia, India, Vietnam, Malaysia, Banglades, Jepang, Singapura, dan Kazakhstan terus melaporkan kasus campak sejak tahun lalu hingga sekarang.

CDC menyatakan Indonesia telah mencatat lebih dari 15.000 kasus campak di sepanjang tahun ini. Meskipun tren wabah baru-baru ini mulai melambat, dengan jumlah kasus mingguan turun dari hampir 3.000 di awal tahun menjadi sekitar 200, jumlah totalnya masih tinggi, kata ditjen tersebut.

Taiwan telah menetapkan sembilan negara, termasuk Indonesia, Guatemala, Meksiko, Vietnam, dan India, sebagai destinasi dengan tingkat rekomendasi perjalanan Level 2 "Siaga", kata CDC, seraya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri saat berada di sana.

Sementara itu, 31 negara lainnya ditetapkan sebagai Level 1 "Waspada", dengan imbauan untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan umum setempat, kata ditjen tersebut.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.