PMI dipekerjakan tidak sesuai kontrak, SBIPT bantu tuntut kompensasi NT$140.000

15/04/2026 15:22(Diperbaharui 15/04/2026 15:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Gambar hanya untuk ilustrasi semata. (Sumber Gambar : SBIPT).
Gambar hanya untuk ilustrasi semata. (Sumber Gambar : SBIPT).

Taipei, 15 Apr. (CNA) Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di sebuah pabrik dipaksa bekerja di rumah majikan untuk bersih-bersih, mengurus kantor, hingga menjaga anak selama delapan bulan, kata Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT), yang berhasil membantu menuntut kompensasi NT$140.000 (Rp75,846 juta).

Tidak hanya bekerja di luar ketentuan kontrak, PMI tersebut, Yuni (nama samaran), juga mendapatkan berbagai perlakuan lainnya yang melanggar Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan yang melindungi pekerja formal, menurut penuturan Ketua SBIPT Fajar.

Ini termasuk bekerja di atas batas hukum mencapai 15 jam per hari, hanya diberi libur dua hari selama delapan bulan bekerja, dan gajinya mengikuti standar upah pekerja domestik sebesar NT$20.000, kata Fajar, seraya menyebut apa yang dialami Yuni merupakan praktik ekploitasi kepada pekerja migran.

Kasus Yuni sendiri terungkap setelah ia bercerita kepada teman-temannya di komunitas Sedulur Karanganyar (SEKAR), yang kemudian mengarahkannya membuat laporan ke SBIPT, menurut Fajar.

SBIPT, bersama LSM lokal, melakukan pendampingan mediasi antara agensi, majikan, korban, dan otoritas ketenagakerjaan setempat, dengan hasil pemberi kerja harus membayar kompensasi NT$140.000 kepada Yuni, kata Fajar.

Kini, Yuni, yang tengah tinggal di salah satu tempat penampungan milik LSM di Taiwan utara, juga memperjuangkan haknya untuk pindah ke sektor domestik dengan pekerjaan yang sesuai kontrak, kata Fajar, menambahkan bahwa SBIPT akan terus mendampingi proses ini hingga ia mendapat mata pencaharian baru.

Fajar menegaskan bahwa pekerja yang dipekerjakan tidak sesuai ketentuan kontraknya harus berani melawan, dan SBIPT siap mendampingi pelaporan.

(Oleh Miralux)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.