Taipei, 20 Mar. (CNA) Seorang pejabat keamanan nasional hari Kamis (19/3) mengatakan lima latihan serangan udara dan latihan lainnya telah direncanakan di berbagai wilayah Taiwan sebagai bagian dari Latihan Ketahanan Perkotaan tahun ini dari April hingga Agustus.
Lima "latihan gabungan militer-sipil sirene serangan udara" dijadwalkan digelar pada 7-13 Agustus di wilayah selatan, tengah, pulau-pulau lepas pantai, timur, dan utara, kata Lin Fei-fan (林飛帆), wakil sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional, dalam pertemuan Komite Ketahanan Pertahanan Rakyat Semesta di bawah Kantor Kepresidenan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah akan mengirimkan pesan siaran seluler dan membunyikan sirene untuk memberi tahu masyarakat tentang dimulainya latihan, dengan langkah-langkah yang difokuskan pada gedung-gedung pemerintah, area perbelanjaan, dan stasiun transportasi umum, kata Lin.
Selain itu, latihan yang mensimulasikan peluncuran Pusat Operasi Darurat Gabungan Pusat (CJEOC) akan diadakan selama enam hari dalam segmen berbantuan komputer dari latihan militer tahunan Han Kuang, yang dijadwalkan berlangsung pada 10-24 April, katanya.
Tujuannya, kata Lin, adalah untuk memvalidasi tugas-tugas utama yang dilakukan pemerintah untuk memfasilitasi kerja sama sipil-militer, melatih dan mengerahkan pasukan sipil, mengelola rumah sakit dan tempat penampungan, serta memperkuat jaringan transportasi dan komunikasi.
Dari April hingga Juli, tujuh yurisdiksi akan dipilih untuk berpartisipasi dalam latihan pertahanan seluruh masyarakat, kata Lin, sebagai bagian dari Latihan Ketahanan Perkotaan.
Latihan akan diadakan selama dua hari, dengan satu hari didedikasikan untuk latihan meja dan satu hari lainnya untuk latihan langsung yang mencakup berbagai keterampilan, mulai dari melindungi infrastruktur penting hingga merespons serangan siber, mendirikan pos medis dan gudang logistik, serta operasi drone, katanya.
Pada Agustus, empat yurisdiksi akan berpartisipasi dalam latihan evakuasi, medis, pengendalian lalu lintas, dan logistik sebagai bagian dari segmen pasukan langsung latihan Han Kuang pada 5-14 Agustus.
Lin mengatakan bahwa, melanjutkan pendekatan tahun lalu, latihan tahun ini akan dilakukan tanpa naskah dan para peserta harus bertindak setelah menerima instruksi.
Dalam sambutannya sebelum pertemuan, Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengatakan bahwa dengan mempromosikan ketahanan rakyat semesta, pemerintah bertujuan untuk menyatukan masyarakat dalam menjaga perdamaian, demokrasi, dan kebebasan.
"Persiapan militer Partai Komunis Tiongkok ditujukan untuk mewujudkan ambisi ekspansionis otoriter mereka," kata Lai.
"Persiapan kita bertujuan untuk mempertahankan status quo yang damai dan menjaga kelangsungan hidup kita," tambahnya.
Selesai/IF