Taipei, 11 Mar. (CNA) Sekitar 31 spesies sakura dihadirkan dalam Festival Bunga Alishan yang berlangsung mulai Selasa (10/3) hingga 10 April di kawasan rekreasi hutan nasional di Taiwan selatan tersebut, kata Direktorat Jenderal Kehutanan dan Konservasi Alam (FNCA) Cabang Chiayi.
Melalui siaran pers, otoritas perlindungan hutan cabang Chiayi itu menyatakan bahwa dalam acara pembukaan Festival Bunga Alishan 2026 di Taman Zhaoping yang bertajuk "Musim Semi: Dialog antara Sakura dan Musik", mereka mengundang grup pertunjukan "Guan Lian Theater" .
Pertunjukan terkenal tersebut memadukan musik, tari, dan drama dengan tarian fantasi yang penuh ritual untuk merepresentasikan kebangkitan musim semi dan kekuatan hidup, kata cabang tersebut.
Selain itu, diadakan pula pengalaman membuat masker artistik di mana pengunjung dapat melukis masker bergaya Alishan mereka sendiri, kata cabang tersebut.
Kawasan Rekreasi Hutan Alishan memiliki 31 spesies sakura dan kebanyakan telah mekar sepenuhnya, sementara sakura yoshino yang dinanti-nanti diprediksi akan merekah setelah pertengahan Maret, kata cabang tersebut.
Selain berbagai jenis sakura, bunga lain seperti yulan magnolia, magnolia lili, wisteria, dan azalea gunung juga akan mekar secara bergiliran hingga akhir April, kata cabang tersebut.
Kantor cabang itu juga mengundang pengunjung untuk datang ke Alishan guna menikmati kemegahan musim semi tersebut.
Direktur FNCA Cabang Chiayi, Lee Ting-chung (李定忠), menyebutkan bahwa pihaknya terinspirasi keindahan alam dan estetika hutan Alishan untuk merencanakan perjalanan pengalaman hutan yang unik di setiap musim.
Selain festival bunga saat ini, akan ada acara "Musim Panas: Bioskop di Bawah Bintang" yang menawarkan pengalaman menonton film di ruang terbuka di tengah hutan pohon raksasa, serta "Musim Gugur: Berpiknik di Hutan" untuk menikmati waktu santai di luar ruangan, tambahnya.
Terakhir, pada "Musim Dingin: Jamuan Teh Hutan", pengunjung dapat mencicipi teh berkualitas tinggi khas Alishan dan merasakan ketenangan pegunungan, kata Lee, seraya mengundang masyarakat untuk berkunjung sepanjang tahun guna mengeksplorasi memori unik mereka sendiri di Alishan.
(Oleh Huang Kuo-fang dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC