Taipei, 8 Feb. (CNA) Sebuah perusahaan mitra Line TV, sebuah platform streaming video dengan lebih dari 6 juta pengguna, melaporkan bahwa data beberapa pengguna, termasuk kata sandi dan nomor telepon, telah diretas pada akhir Januari.
Perusahaan tersebut mengatakan Line TV beroperasi pada server dan sistem keamanan informasi yang terpisah dari aplikasi pesan Line, serta menambahkan bahwa insiden tersebut tidak memengaruhi Line atau layanan terkait, termasuk operasi dan keamanan data pengguna.
Choco Media Entertainment Co., penyedia layanan resmi untuk Line TV, mengatakan pada Kamis (6/2) bahwa mereka menemukan pada 26 Januari bahwa sebagian data pengguna mereka telah diakses tanpa otorisasi dari 24-26 Januari.
Data yang bocor mungkin mencakup kartu identitas, alamat surel, nomor telepon, kata sandi, alamat terenkripsi, tanggal lahir, nama panggilan, foto profil, dan catatan pesanan pengguna, tambah perusahaan tersebut.
Choco Media Entertainment menegaskan bahwa tidak ada informasi keuangan, seperti detail rekening bank atau kartu kredit, yang terdampak.
Sebagai kompensasi, perusahaan mengatakan pengguna Line TV gratis yang mendaftar sebelum hari Kamis akan menerima kode yang memberikan akses gratis selama 14 hari ke semua konten di platform. Pengguna naratama akan menerima dua kode akses gratis selama 30 hari.
Perusahaan mencatat bahwa mereka mengaktifkan langkah-langkah respons darurat tingkat tertinggi setelah menemukan pelanggaran tersebut dan telah memberi tahu pihak berwenang sesuai dengan hukum.
Ditambahkan bahwa kerentanan sistem telah diperbaiki dan mereka telah bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber profesional untuk memperkuat perlindungan data dan menilai potensi risiko tambahan.
Selesai/IF