Taipei, 1 Feb. (CNA) Setelah sempat menuai kontroversi pada awal penerapannya, kebijakan “gerbong tenang” yang diberlakukan Taiwan High Speed Rail (THSR) kini mendapat dukungan dari mayoritas besar penumpang, menurut keterangan perusahaan operator pada Minggu (1/2).
Menurut hasil dua survei yang dilakukan melalui program TGo, yang memungkinkan anggota mengumpulkan poin untuk ditukar dengan tiket diskon, 95 persen responden mengatakan mereka mendukung kebijakan tersebut, kata Taiwan High Speed Rail Corp. (THSRC) dalam sebuah siaran pers.
Survei yang melibatkan lebih dari 1.600 anggota TGo dan dilakukan pada November serta Desember tahun lalu itu juga menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen responden merasa puas terhadap cara kebijakan tersebut diterapkan, menurut perusahaan.
THSR memperkenalkan kebijakan "gerbong tenang" pada 22 September 2025, yang mewajibkan penumpang menggunakan earphone saat menonton video atau mendengarkan musik melalui perangkat seluler, termasuk ponsel, laptop, dan tablet.
Aturan yang mengacu pada kebijakan serupa di kereta cepat Shinkansen Jepang itu juga mengimbau penumpang untuk melakukan panggilan telepon di area sambungan antar gerbong serta menjaga volume suara agar tidak mengganggu penumpang lain.
Kebijakan ini mulai menuai kritik tak lama setelah diluncurkan, setelah sebuah unggahan di media sosial mengklaim seorang ibu yang bepergian dengan dua anaknya ditunjukkan tanda oleh staf yang memintanya untuk menurunkan suara anak-anaknya.
Menyusul kritik tersebut, THSRC mengatakan telah berhenti meminta staf untuk memegang tanda yang meminta penumpang untuk tenang, dan akan meninjau kembali cara kebijakan tersebut diterapkan.
Dalam pernyataannya pada Minggu, THSRC mengatakan hingga saat ini hanya dua penumpang yang ditolak menggunakan layanan kereta berdasarkan kebijakan tersebut, masing-masing karena konsumsi alkohol berlebihan dan luapan emosi.
Selain itu, petugas juga mulai membagikan stiker kepada anak-anak untuk menciptakan suasana yang ramah keluarga di kereta THSR, termasuk stiker bertuliskan “Tidak apa-apa untuk menangis,” kata perusahaan.
Selesai/JC