Taipei, 1 Feb. (CNA) Biro Pertanian Kota Kaohsiung baru-baru ini mengundang hampir 50 pelaku industri pariwisata dari Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam untuk mengikuti perjalanan pengenalan wisata selama enam hari lima malam, dengan tujuan memperkenalkan wisata pedesaan kota di Taiwan selatan tersebut ke panggung internasional.
Melalui rilis pers pada Jumat (30/1), biro tersebut menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan visibilitas internasional wisata pedesaan Kaohsiung sekaligus memperkuat jejaring dengan pasar luar negeri, sehingga para pelaku industri dapat memahami karakteristik komunitas, budaya lokal, dan kapasitas layanan wisata secara langsung.
Dengan mengusung tema "Wisata Singkat Komunitas Pedesaan", agenda enam hari lima malam ini mencakup destinasi pegunungan, wilayah adat, pelabuhan, dan kota, sehingga para peserta dapat merasakan langsung kekayaan budaya, karakter komunitas, dan potensi wisata pedesaan Kaohsiung, menurut rilis pers.
Rangkaian kegiatan meliputi pengalaman teh gunung di Komunitas Xinfa, tur budaya dan pertunjukan musik-tari suku Taivoan di Komunitas Riguang Xiaolin, edukasi pangan serta kerajinan tangan di Komunitas Tangchang, pengalaman memetik buah di Komunitas Nansheng, dan tur humaniora di Komunitas Yuanfu. Kegiatan ini menampilkan produksi pertanian, pelestarian budaya, dan desain wisata berbasis pengalaman.
Selain destinasi pedesaan, rombongan juga mengunjungi sejumlah titik wisata perkotaan, termasuk The Pier-2 Art Center, berlayar di kawasan Love River, dan E-Da World.
Pada Rabu, Biro Pertanian menggelar kegiatan promosi dan pertukaran di Kaohsiung Marriott Hotel, menghadirkan instansi terkait dan pelaku industri pariwisata untuk bertemu langsung serta menjajaki peluang kerja sama dalam pengemasan paket wisata dan pengembangan saluran pemasaran.
Kegiatan ini melibatkan Biro Pariwisata Kota Kaohsiung, asosiasi pariwisata, serta pelaku usaha perhotelan, transportasi, dan perjalanan wisata setempat, melalui kolaborasi lintas instansi dan kemitraan publik-swasta, guna membantu pelaku usaha luar negeri memahami karakter produk dan kelayakan pasar.
Kepala Biro Pertanian Kaohsiung, Yao Chih-wang (姚志旺) mengatakan pihaknya selama ini mengintegrasikan sumber daya komunitas pedesaan melalui berbagai program, termasuk "Pengalaman Sehari Menjadi Petani Kaohsiung", untuk mendorong pengembangan pengalaman wisata dan pemasaran merek.
Melalui kegiatan ini, kata Yao, pihaknya berharap komunitas pedesaan Kaohsiung dapat masuk ke rantai pasok pariwisata internasional, menarik wisatawan rombongan maupun individu, dan mendorong perekonomian lokal serta pembangunan berkelanjutan.
(Oleh Lin Chiao-lien dan Jennifer Aurelia)
Selesai/JC