Taipei, 30 Jan. (CNA) Taiwan berharap dapat mendorong lebih banyak profesional asing untuk menetap dalam jangka panjang, dengan amandemen hukum yang diterapkan bulan ini yang bertujuan membantu mereka membangun kehidupan yang lebih stabil di negara tersebut, menurut Dewan Pengembangan Nasional (NDC).
"Kami berharap mereka bisa menjadi bagian dari kami -- yaitu, bagian dari Taiwan," kata Hsieh Chia-yi (謝佳宜), kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia NDC, kepada CNA dalam sebuah wawancara pada Kamis (27/1).
"Banyak kementerian pemerintah awalnya lebih konservatif, tetapi sekarang mereka menjadi semakin terbuka," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Taiwan menyadari "kebutuhan mendesak" untuk mempekerjakan lebih banyak profesional asing.
Karena negara-negara sedang "bersaing untuk mendapatkan talenta unggul" guna mendorong pertumbuhan ekonomi, Taiwan telah meningkatkan kebijakannya untuk lebih menarik dan mempertahankan pekerja asing tersebut, kata Hsieh, merujuk pada perubahan Undang-Undang Perekrutan dan Ketenagakerjaan Profesional Asing yang mulai berlaku tahun ini.
Amandemen tersebut, yang disahkan oleh Legislatif tahun lalu, berjalan "sangat lancar" berkat dukungan dari anggota parlemen partai penguasa maupun oposisi, kata Hsieh, yang menunjukkan bahwa menyambut lebih banyak profesional asing ke Taiwan mendapat dukungan bipartisan.
Di antara perubahan tersebut, lulusan internasional dari universitas di Taiwan kini dapat bekerja di Taiwan tanpa izin selama dua tahun setelah lulus, sementara lulusan terbaru dari 200 universitas terbaik dunia memenuhi syarat untuk mendapatkan izin kerja terbuka selama dua tahun tanpa sponsor dari pemberi kerja.
Amandemen tersebut juga memperpendek persyaratan residensi permanen bagi lulusan yang menempuh pendidikan di Taiwan dan "profesional spesialis asing," memungkinkan pasangan profesional asing untuk bekerja secara bebas, serta memperluas akses profesional asing ke sistem pensiun dan asuransi ketenagakerjaan.
Jumlah profesional asing -- yang umumnya merujuk pada pekerja kerah putih, bukan pekerja kerah biru -- telah meningkat dua kali lipat dari kurang dari 40.000 pada tahun 2017 menjadi sekitar 80.000 tahun ini, menurut NDC.
Beberapa aspek dari undang-undang yang diamandemen, seperti batas waktu lima tahun bagi lulusan dari 200 universitas global teratas yang memenuhi syarat untuk bekerja di Taiwan secara bebas selama dua tahun, diputuskan setelah berkonsultasi dengan kebijakan di negara lain, termasuk Inggris dan Jepang, katanya.
Selain perubahan hukum, NDC juga secara aktif merekrut talenta asing dari luar negeri.
Hsieh mengatakan kepada CNA bahwa NDC, misalnya, sedang merencanakan perjalanan ke AS pada bulan Juli dan Oktober tahun ini.
"Talenta kecerdasan buatan (AI) dan digital sebagian besar terkonsentrasi di Amerika Serikat dan India," jelas Hsieh, seraya menambahkan bahwa NDC berencana mendirikan pusat perekrutan talenta di Silicon Valley, California.
NDC, yang perannya melibatkan koordinasi berbagai kementerian dan lembaga pemerintah untuk mencapai tujuan kebijakan nasional utama, memiliki rencana berkelanjutan untuk memudahkan profesional asing bekerja di Taiwan, kata Hsieh.
Misalnya, NDC bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Nasional untuk mendigitalkan aplikasi residensi permanen dan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendigitalkan proses visa, jelas Hsieh.
"Kami berharap dapat membuat prosedur aplikasi ini lebih nyaman bagi warga negara asing yang datang ke Taiwan," ujarnya.
Selesai/IF