Taipei, 7 Jan. (CNA) Angkatan Udara Taiwan pada Rabu (7/1) mengaitkan insiden yang melibatkan jet tempur F-16V yang hilang sehari sebelumnya dengan kerusakan pada komputer utama pesawat tersebut.
Insiden ini masih dalam penyelidikan sementara pihak berwenang terus mencari pesawat dan pilot yang hilang.
"Ada beberapa tingkat kerusakan pada modular mission computer (MMC). Dalam kasus ini, jalur penerbangan pesawat tidak lagi ditampilkan, sehingga pilot tidak dapat memperoleh informasi tentang sikap pesawat," kata Kolonel Chou Ming-ching (周明慶) dalam konferensi pers di Kabupaten Hualien.
● AU tak dapat pastikan apakah pilot F-16 sempat keluar lewat kursi pelontar sebelum pesawat tersebut hilang
● Operasi penyelamatan diluncurkan setelah F-16V jatuh di lepas pantai Hualien
Chou, komandan Skuadron ke-27 di bawah Sayap Campuran Taktis ke-5 Angkatan Udara, menanggapi pertanyaan tentang sebuah unggahan anonim di internet oleh seseorang yang mengaku sebagai instruktur penerbangan F-16, yang mengaitkan insiden tersebut dengan kerusakan MMC pesawat.
Unggahan tersebut menuduh bahwa MMC pada jet F-16 Taiwan "sering mengalami kerusakan" dan "kurang stabil" sejak program Peace Phoenix Rising, yang meningkatkan 141 pesawat F-16 Block 20 Angkatan Udara menjadi spesifikasi F-16V.
"Pilot memang melaporkan kerusakan MMC selama misi," kata Letnan Kolonel Ting Wei-hsuan (丁尉軒), yang bertanggung jawab atas pemeliharaan di Sayap Campuran Taktis ke-5, pada acara yang sama.
Ting menambahkan bahwa catatan pemeliharaan untuk pesawat dengan nomor ekor 6700 menunjukkan MMC tidak memerlukan perbaikan dalam enam bulan terakhir, dan masalah pemeliharaan sebelumnya hanya melibatkan "kerusakan umum."
Menanggapi tuduhan tersebut, Ting mengatakan Angkatan Udara telah mendokumentasikan kerusakan MMC sejak program peningkatan dan telah mengirimkan data tersebut ke Amerika Serikat untuk dianalisis.
"Kami akan mendesak pihak AS untuk mempercepat pembaruan perangkat lunak guna meningkatkan keandalan sistem," ujarnya.
Ketika ditanya apakah disorientasi spasial bisa berperan, Inspektur Jenderal Angkatan Udara Chiang Yi-cheng (江義誠) mengatakan kemungkinan tersebut tidak dapat dikesampingkan.
Sebagai tindakan pencegahan, Angkatan Udara telah menangguhkan penerbangan pelatihan F-16V sementara inspeksi terhadap jenis pesawat tersebut dilakukan, kata Chiang.
Pilot F-16V juga akan menjalani pelatihan keterampilan tambahan dan simulator, dengan fokus pada respons standar terhadap disorientasi spasial, perilaku pesawat yang tidak normal, dan operasi penerbangan malam hari, tambahnya.
Selesai/ja