Taipei, 7 Jan. (CNA) Angkatan Udara (AU) mengatakan pada hari Rabu (7/1) bahwa pilot jet tempur F-16V yang hilang telah memberi isyarat bahwa ia akan keluar dari pesawat sebelum pesawat itu menghilang dari radar, namun belum dapat memastikan apakah proses pelontaran tersebut berhasil.
Selama sesi pelatihan malam pada hari Selasa (6/1), Kapten Angkatan Udara Hsin Po-yi (辛柏毅) terpisah dari formasi lainnya pada pukul 19.27 setelah jet-jet tersebut memasuki awan, kata Inspektur Jenderal Angkatan Udara Chiang Yi-cheng (江義誠) dalam konferensi pers di Kabupaten Hualien, mengutip rekaman audio yang diambil dari pesawat utama.
Setelah melaporkan bahwa ketinggiannya terus menurun, Hsin mengindikasikan pada pukul 19.28 bahwa ia akan keluar (eject) dari pesawat dengan nomor ekor 6700, delapan detik sebelum sinyal radar jet tersebut menghilang, kata Chiang.
Lokasi terakhir pesawat yang tercatat berada di atas perairan sekitar 36 mil laut (66,6 kilometer) di selatan Pangkalan Udara Hualien milik Angkatan Udara, tambahnya.
Angkatan Udara belum dapat memastikan apakah Hsin berhasil keluar (eject) dengan selamat.
"Sejauh ini, kami belum menerima sinyal apapun dari suar peralatan penyelamatan, dan oleh karena itu kami belum memiliki bukti konklusif untuk memastikan apakah Kapten Hsin berhasil menyelesaikan prosedur eject," kata Chiang.
Selesai/