Taipei, 6 Jan. (CNA) Cabang Kekayaan Intelektual Kantor Kejaksaan Tinggi Taiwan pada Senin (5/1) menuntut tiga individu dan Tokyo Electron Taiwan Ltd. atas pencurian rahasia teknologi 14-nanometer (14nm) milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).
Individu-individu tersebut termasuk Chen Li-ming (陳力銘), mantan insinyur TSMC yang bekerja di Tokyo Electron Taiwan, seorang karyawan TSMC bermarga Chen (陳), dan seorang karyawan Tokyo Electron bermarga Lu (盧), menurut pernyataan pers dari kantor kejaksaan.
Dua orang pertama dituntut menggandakan rahasia dagang yang berkaitan dengan teknologi inti utama nasional berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional, sementara Lu dan Tokyo Electron Taiwan dituntut menghancurkan barang bukti dalam kasus pidana, demikian pernyataan tersebut.
Kasus ini terungkap ketika kejaksaan sedang menyelidiki Tokyo Electron Taiwan atas dugaan pencurian rahasia dagang TSMC yang berkaitan dengan proses 2nm milik TSMC. Selama penyelidikan, ditemukan bahwa penyimpanan cloud perusahaan tersebut berisi rahasia dagang tambahan yang terkait dengan teknologi 14-nanometer milik TSMC, kata kejaksaan.
Kejaksaan mengatakan Chen Li-ming mengaku setelah diperlihatkan bukti dan mengidentifikasi seorang kaki tangan, juga bermarga Chen, yang hingga kini belum mengakui kesalahannya. Mereka menuntut hukuman penjara tujuh tahun dan delapan tahun delapan bulan, masing-masing, untuk kedua terdakwa tersebut.
Kejaksaan menambahkan bahwa Lu berusaha menghapus barang bukti setelah mengetahui bahwa TSMC telah mengungkap tindakan Chen Li-ming dan terus menyangkal melakukan kesalahan. Mereka menuntut hukuman penjara satu tahun untuk Lu.
Kejaksaan juga menuntut denda NT$25 juta (Rp13,2 miliar) terhadap Tokyo Electron Taiwan, sambil mencatat bahwa perusahaan tersebut bekerja sama dalam penyelidikan, yang membantu kasus ini.
Chen Li-ming, bersama dua orang lainnya, didakwa pada Agustus 2025 atas pencurian teknologi 2nm milik TSMC. Ketiganya saat ini sedang ditahan.
Tokyo Electron Taiwan didakwa pada bulan Desember atas empat pelanggaran Undang-Undang Rahasia Dagang dan Undang-Undang Keamanan Nasional karena gagal mengawasi Chen Li-ming dengan baik, dengan kejaksaan menuntut total denda sebesar NT$120 juta.
Selesai/ja