Taipei, 2 Jan. (CNA) Sebuah penyelidikan polisi menemukan bahwa pria yang melakukan penikaman massal di Taipei pada akhir Desember bertindak sendiri dan bahwa jatuhnya dari sebuah gedung yang menyebabkan kematiannya bukanlah sebuah kecelakaan, namun polisi masih belum mengetahui apa yang memotivasi serangan tersebut.
Pelaku berusia 27 tahun, Chang Wen (張文), jatuh dari atap toko Eslite Spectrum Nanxi dekat Stasiun MRT Zhongshan pada 19 Desember setelah dikejar polisi dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Polisi menemukan bahwa ia merencanakan serangan tersebut dengan sangat teliti dan mulai membeli perlengkapan, termasuk masker gas dan granat asap, lebih dari satu setengah tahun yang lalu.
Sebelum melakukan serangan, Chang menghancurkan laptopnya dan meninggalkan rekening banknya hampir kosong, kata polisi.
Ia memilih atap pusat perbelanjaan sebagai jalur pelariannya, dan sudut jatuhnya menunjukkan bahwa itu bukanlah sebuah kecelakaan, menurut polisi.
• Penusuk massal Taipei mulai beli perlengkapan untuk serangan pada 2024
Sumber dari beberapa temuan penyelidikan adalah berkas-berkas yang disimpan Chang di cloud, yang menunjukkan bahwa ia merencanakan serangan tersebut dengan sangat teliti dan melaksanakannya hampir langkah demi langkah, serta mengindikasikan bahwa ia bertindak sendiri.
Namun polisi mengatakan mereka masih belum menemukan motif yang jelas di balik tindakan Chang meskipun telah mempelajari banyak informasi.
Penyelidikan, kata mereka, telah menelusuri masa sekolah, dinas militer, dan riwayat pekerjaannya, dan tidak menemukan bukti bahwa ia pernah mengalami perundungan di sekolah atau militer. Polisi menyarankan bahwa faktor lain mungkin telah berkontribusi pada tindakannya yang sudah direncanakan.
Polisi mengatakan penyelidikan masih berlangsung, dan laporan akhirnya diharapkan akan segera dirilis.
Jika Anda mengalami pikiran untuk bunuh diri di Taiwan, silakan hubungi saluran gratis 1925, 1995, atau 1980 untuk mendapatkan bantuan.
Selesai/ML