Washington, 2 Jan. (CNA) Amerika Serikat telah mendesak Beijing untuk menghentikan kampanyenya yang menekan Taiwan secara militer setelah latihan militer tembak langsung terbaru di sekitar pulau tersebut yang diadakan awal pekan ini.
"Kegiatan militer dan retorika Tiongkok terhadap Taiwan dan pihak lain di kawasan ini meningkatkan ketegangan secara tidak perlu," kata Tommy Pigott, wakil juru bicara utama Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (1/1).
"Kami mendesak Beijing untuk menahan diri, menghentikan tekanan militernya terhadap Taiwan, dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna," kata Pigott.
"Amerika Serikat mendukung perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan dan menentang perubahan sepihak terhadap status quo, termasuk dengan kekuatan atau paksaan."
Sejumlah negara lain juga telah menyuarakan keprihatinan atas latihan terbaru Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), termasuk Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina.
• Latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan timbulkan kekhawatiran global
PLA hari Senin mengumumkan latihan gabungan di sekitar Taiwan, dengan sandi "Misi Keadilan 2025", sebagai "Peringatan keras kepada kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'." Komando Palagan Timur PLA juga mengumumkan latihan tembakan langsung di perairan dan wilayah udara sekitar Taiwan pada Selasa.
Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengatakan pada Selasa bahwa PLA menembakkan 27 roket selama hari kedua latihan, dengan 10 di antaranya jatuh di perairan dalam zona tambahan 24 mil laut Taiwan, aktivitas tembak langsung Tiongkok terdekat yang pernah terjadi ke Taiwan.
Selesai/IF