Taipei, 2 Jan. (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan membantu Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mengurus pemulasaraan 127 jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal di Taiwan sepanjang tahun 2025 dengan tiga jenazah WNI lain yang hingga pergantian tahun masih di ruang pendingin, disampaikan kepada CNA oleh Ketua PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, Jumat (2/1).
Melansir data yang dipaparkan perwakilan KDEI dalam acara doa akhir/awal tahun yang digelar oleh PCINU Taiwan pada 27 Desember 2025 lalu, Ghofur menyebut jenazah yang dipulasara oleh PCINU secara khidmat dan bermartabat ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi, PMI Overstay (PMIO), WNI Overstay, hingga anak dari PMI Overstay.
Adapun penyebab meninggal dunia sangat beragam, antara lain sakit mendadak, kecelakaan dalam bekerja, kecelakaan lalu lintas, hingga sakit yang menyebabkan kematian.
“Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya penguatan perlindungan, edukasi kesehatan, dan pendampingan menyeluruh bagi PMI di Taiwan,” ujarnya.
Menurut Ghofur, tanpa menyebutkan detilnya, bidang kerja para PMI ini juga beragam mulai dari sektor manufaktur, perawatan lansia, dan sektor informal.
Sementara pemulangan jenazah dilakukan melalui jalur penerbangan internasional dengan melibatkan KDEI Taipei, rumah sakit setempat, maskapai penerbangan, serta keluarga korban di Tanah Air.
“Proses pengiriman dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kelengkapan dokumen dan kesiapan pihak keluarga. Jenazah dipulangkan ke berbagai daerah di Indonesia, antara lain pulau Jawa, Sumatra, dan daerah di luar Jawa, serta beberapa wilayah lainnya, sesuai asal daerah korban,” jelas Ghofur.
Menurut Ghofur, kerja sama antara PCINU dan KDEI ini, adalah sebuah komitmen pihaknya untuk siap terus membantu dan bersinergi bersama otoritas Indonesia di Taipei untuk melayani umat Muslim dan WNI di Taiwan, dilandasi oleh tanggung jawab kemanusiaan dan keagamaan.
“Kami siap terus membantu dan bersinergi. Namun, tentu harapan terbesar kami adalah semoga seluruh PMI di tanah Formosa senantiasa berada dalam perlindungan Allah, diberikan kesehatan, dan keselamatan dalam bekerja hingga kembali ke tanah air,” ucap Ghofur.
Selesai/ML