Kaohsiung, 27 Nov. (CNA) Kejaksaan di Kaohsiung pada Rabu (26/11) menuntut 26 tersangka yang terkait dengan jaringan klinik gigi yang diperkirakan menghasilkan NT$1,6 miliar (Rp849 miliar) dengan mempekerjakan dokter gigi tanpa izin, menipu sistem asuransi kesehatan nasional, menghindari pajak, dan melakukan pencucian uang.
Menurut Kantor Kejaksaan Distrik Kaohsiung, skala besar kejahatan keuangan oleh Abc Dental Group terungkap saat menyelidiki klaim bahwa mereka mempekerjakan dokter gigi tanpa izin.
Meskipun penyelidikan awalnya berfokus pada empat tersangka yang mendirikan grup tersebut pada tahun 2016 -- dua bersaudara dokter gigi bermarga Hsieh (謝), saudari mereka yang mengelola keuangan perusahaan, dan seorang pria bermarga Chen (陳) yang menjabat sebagai kepala operasional -- penyelidikan meluas seiring munculnya bukti baru.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Rabu pagi, kejaksaan Kaohsiung mengatakan bahwa dari tahun 2019 hingga 2023, grup klinik gigi tersebut mempekerjakan 17 dokter gigi tanpa izin yang menambal gigi berlubang, membersihkan, dan mencabut gigi lebih dari 30.000 pasien.
Dokter gigi tanpa izin tersebut menghasilkan keuntungan ilegal sebesar NT$57,1 juta untuk perusahaan, termasuk NT$46,95 juta dari penggantian biaya oleh sistem Asuransi Kesehatan Nasional (NHI), menurut tuntutan tersebut.
Di bawah kepemimpinan saudara-saudari Hsieh, perusahaan menetapkan beberapa kebijakan -- termasuk membayar dokter gigi secara tunai, tidak melaporkan atau memberikan kuitansi untuk pembayaran tunai atas prosedur yang dibayar sendiri, dan menyerahkan seluruh pelaporan pajak kepada kantor pusat perusahaan -- yang bertujuan untuk menghindari pajak, kata kejaksaan.
Sementara itu, grup klinik gigi tersebut juga menggunakan berbagai metode untuk mencuci hasil kejahatan mereka, seperti kepemilikan silang saham, mendirikan perusahaan boneka untuk berinvestasi di dana dan mata uang, serta membeli enam properti dan menyewakannya kepada klinik gigi grup tersebut, kata kejaksaan.
Setelah menemukan aktivitas kriminal tersebut, kejaksaan melakukan penggerebekan pada bulan Agustus dan Desember tahun lalu, berhasil memulihkan NT$35,54 juta yang disetujui tersangka untuk dikembalikan, dan menyita NT$7,7 juta dari perusahaan boneka serta enam properti senilai lebih dari NT$532 juta.
Secara total, kejaksaan mengatakan mereka telah mengajukan permohonan untuk menyita dana sebesar NT$1,695 miliar yang secara ilegal diperoleh Abc Dental Group bersama kantor akuntansinya melalui pencucian uang, penghindaran pajak, dan penipuan terhadap NHI.
Dari 26 tersangka yang tuntutan atas penipuan, pencucian uang, dan kejahatan lainnya, 17 orang diberikan jaminan antara NT$200.000 hingga NT$10 juta, tujuh orang diperintahkan untuk dibebaskan setelah mengembalikan hasil kejahatan mereka, dan dua lainnya dibebaskan tanpa jaminan.
Selesai/JA