Taipei, 19 Nov. (CNA) Kejaksaan mengatakan pada Selasa (19/11) bahwa mereka akan menuntut hukuman maksimal bagi seorang pria asal Tiongkok dan enam personel militer Taiwan, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, yang dituntut membocorkan informasi sensitif kepada Tiongkok.
Kantor Kejaksaan Tinggi Taiwan mengatakan pria Tiongkok bernama Ding Xiaohu (丁小琥), atau Ting Siu Fu dalam bahasa Kanton, yang memegang paspor Hong Kong, dan enam kaki tangannya didakwa melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional, Undang-Undang Perlindungan Informasi Keamanan Nasional yang Diklasifikasikan, dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Angkatan Bersenjata.
Terdakwa asal Taiwan diidentifikasi sebagai Wang Wen-hao (王文豪), Tan Chun-ming (譚俊明), Lu Fang-chi (呂芳契), Chiu Han-lin (邱翰林), Yang Chien-hui (楊千慧), dan Yang Po-chih (楊博智).
Ding diduga merekrut perwira yang sudah pensiun, termasuk Wang, Tan, dan dua orang lainnya bermarga Chang (張) dan Ho (何), sebagai anggota inti jaringan yang bertugas mengembangkan kontak dan mengumpulkan informasi rahasia.
Anggota inti ini kemudian menggunakan koneksi militer mereka sebelumnya untuk merekrut personel aktif dan pensiunan lainnya, termasuk Lu, Chiu, Yang Chien-hui, dan Yang Po-chih.
Ding juga berupaya membujuk personel aktif untuk memimpin bawahan mereka agar tidak memberikan perlawanan jika terjadi konflik lintas selat di masa depan, kata para penyelidik.
Menurut Kementerian Pertahanan Nasional (MND), penyelidikan bermula ketika Biro Politik Perang MND mengidentifikasi perilaku mencurigakan dari seorang mayor bermarga Yang selama pemeriksaan internal.
Kasus ini dilaporkan melalui mekanisme pertahanan bersama keamanan nasional, yang mendorong penyelidikan terkoordinasi oleh Biro Keamanan Nasional, Komando Polisi Militer, dan Biro Investigasi.
Setelah pengumpulan bukti dan upaya pengendalian kerusakan, para penyelidik mengatakan mereka mengungkap jaringan yang lebih luas dan merujuk kasus ini ke kejaksaan.
Pihak berwenang mengatakan Ding dan Chang, yang kini telah meninggal, menginstruksikan seorang rekan bernama Chen Chun-an (陳俊安) untuk mentransfer lebih dari NT$11,12 juta (Rp6 miliar) ke Taiwan melalui saluran perbankan bawah tanah untuk mendanai operasi pengumpulan intelijen dan membayar personel militer yang direkrut.
Kantor Kejaksaan Tinggi Taiwan menuntut Ding dan enam personel militer tersebut atas tuduhan termasuk membentuk organisasi untuk kekuatan asing yang bermusuhan serta mengumpulkan dan membocorkan rahasia negara dan militer.
Sementara itu, Kantor Kejaksaan Distrik Taipei menuntut Ding, Wang, dan Chen atas pencucian uang dan pelanggaran Undang-Undang Perbankan. Dakwaan terhadap Chang dan Ho, yang keduanya telah meninggal, dibatalkan.
MND pada Selasa mengatakan pihaknya "mengutuk keras" tindakan pengkhianatan yang dilakukan oleh sejumlah kecil anggota militer dan memperingatkan bahwa upaya infiltrasi Tiongkok "tidak pernah berhenti."
Kementerian mengatakan telah memperkuat prosedur pemeriksaan keamanan bagi personel yang memiliki akses ke informasi rahasia, menerapkan sistem sertifikasi izin, dan memperluas pelatihan kontra-intelijen untuk meningkatkan kesadaran keamanan.
Kementerian menambahkan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan lembaga terkait melalui mekanisme pertahanan bersama untuk menjaga keamanan nasional.
Selesai/ja