Taipei, 15 Nov. (CNA) Populasi Taiwan menurun untuk bulan ke-22 berturut-turut pada bulan Oktober, menurut data yang dirilis Senin (10/11) oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI).
Sebanyak 9.458 bayi lahir pada bulan Oktober, menandai peningkatan sebanyak 855 dari bulan September namun penurunan sebanyak 2.612 (22 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka kelahiran bulan Oktober setara dengan kira-kira satu kelahiran setiap 4,7 menit dan berbanding dengan angka kelahiran kasar tahunan sebesar 4,78 per 1.000 penduduk.
Sementara itu, 15.908 kematian dilaporkan pada bulan Oktober, setara dengan sekitar satu kematian setiap 2,8 menit.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 521 dari bulan September dan 457 lebih banyak dibandingkan Oktober 2024.
Angka kematian kasar untuk bulan tersebut tercatat sebesar 8,03 per 1.000 penduduk. Penurunan populasi alami -- selisih antara kelahiran dan kematian -- adalah 6.450.
Selain itu, Taiwan mencatat peningkatan migrasi bersih sebanyak 272 orang pada bulan Oktober, dengan 62.594 orang imigrasi dan 62.322 orang emigrasi, menurut data MOI.
Dikombinasikan dengan penurunan alami, total populasi Taiwan menurun sebanyak 6.178 dari bulan sebelumnya.
Per akhir Oktober, populasi Taiwan tercatat sebanyak 23.310.853 -- penurunan sebanyak 91.951 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Itu setara dengan penurunan rata-rata harian sebanyak 251,92 orang.
Data demografi menunjukkan bahwa penduduk berusia 0-14 tahun hanya mencakup 11,55 persen dari populasi (2.693.562), sementara mereka yang berusia 15-64 tahun mencakup 68,55 persen (15.979.394).
Populasi berusia 65 tahun ke atas berjumlah 4.637.897, atau 19,9 persen, menempatkan Taiwan di ambang menjadi "masyarakat super-tua," yang didefinisikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai masyarakat di mana setidaknya 20 persen populasinya berusia 65 tahun ke atas.
Di antara semua pemerintah daerah, Kota Taipei memiliki proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas tertinggi, yaitu 24 persen, sementara Kabupaten Hsinchu memiliki yang terendah, yaitu 14,95 persen.
Selain itu, MOI juga mengungkapkan bahwa pada bulan Oktober terdapat 10.735 pasangan yang menikah, di mana 10.428 merupakan pernikahan heteroseksual dan 307 merupakan pernikahan sesama jenis.
Angka bulan Oktober tersebut setara dengan angka kasar pernikahan tahunan sebesar 5,42 per 1.000 penduduk.
Bulan Oktober juga mencatat 4.511 pasangan mengakhiri pernikahan mereka, terdiri dari 4.434 pernikahan heteroseksual dan 77 pernikahan sesama jenis, dengan angka kasar perceraian untuk Oktober sebesar 2,28 per 1.000 penduduk, menurut MOI.
Selesai/IF