New Taipei, 11 Juli (CNA) Pemerintah Kota New Taipei, Kamis (10/7) menyatakan bahwa seiring dengan menuanya populasi, mereka akan mengembangkan layanan perawatan berbasis inovasi dan teknologi, termasuk pengembangan pusat perawatan siang hari, fasilitas perawatan lokal terpadu, puskesmas berbasis teknologi, serta hunian ramah lansia.
Wali Kota New Taipei Hou Yu-ih (侯友宜) dalam sebuah konferensi inovasi hari Kamis menyebutkan bahwa pemerintah berencana membangun "desa inovatif perawatan lansia" di distrik Sanzhi dan Tamsui.
Dengan mengandalkan teknologi, ujarnya, proyek ini akan mendukung kebutuhan olahraga dan medis seluruh lansia di lokal.
Hou menambahkan, luasnya wilayah New Taipei dan kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan menuntut pendekatan berbeda dalam penyediaan layanan.
Untuk itu, ujarnya, pemerintah kota akan menggunakan puskesmas pintar sebagai pusat layanan, dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan alat bantu pintar untuk meringankan beban pengasuh dan memberikan pengalaman perawatan yang lebih manusiawi bagi para lansia.
Model layanan perawatan ini akan menggabungkan puskesmas pintar dengan fasilitas lokal dan pusat perawatan siang hari, serta hunian ramah usia, guna menciptakan lingkungan hidup yang mendukung kebutuhan lansia secara menyeluruh, tutur Hou.
Departemen Kesehatan New Taipei menyampaikan bahwa pemerintah kota berencana membentuk Kantor Perawatan Jangka Panjang Lansia pada 2026 untuk mengoordinasikan kebijakan, sumber daya, dan tata kelola perawatan lansia.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Lue Jen-der (呂建德) dalam sambutannya menyampaikan bahwa program nasional "Perawatan Jangka Panjang 3.0" dijadwalkan akan dimulai 2026.
Program ini, lanjut Lue, akan memperluas cakupan penerima layanan, meningkatkan integrasi dengan sistem medis, serta mendukung lansia, keluarga pengasuh, dan lembaga perawatan dalam upaya menuju penuaan yang sehat dan bermartabat di lingkungan tempat tinggal mereka.
(Oleh Huang Hsu-sheng dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC