Taipei, 16 Feb. (CNA) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, Sabtu (15/2), mengonfirmasi sepasang suami istri dari Kota Tainan terinfeksi chikungunya setelah kembali dari kunjungan ke Indonesia, mendorong pemerintah kota untuk mengambil langkah pencegahan guna mencegah penyebaran penyakit.
Pasangan tersebut, pria warga negara Taiwan berusia 50-an dan wanita berusia 36 tahun dari RT Haipu, Distrik Madou, Kota Tainan, mengalami gejala nyeri sendi dan otot saat mengunjungi kerabat di Indonesia. Setelah mengonsumsi obat, gejala mereka mereda, namun tetap merasa tidak nyaman setelah kembali ke Taiwan dan akhirnya menjalani pemeriksaan medis.
Menurut Biro Kesehatan Masyarakat (PHB) Kota Tainan, mereka mengunjungi kerabat di Indonesia pada 25 Januari dan kembali ke Taiwan pada 7 Februari melalui transit di Hong Kong sebelum tiba di Bandara Kaohsiung dan pulang ke Tainan.
Pada malam yang sama, karena masih merasa tidak nyaman, mereka pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani tes kedua pada Jumat, CDC mengonfirmasi pada Sabtu bahwa mereka terinfeksi chikungunya.
Chikungunya diklasifikasikan sebagai penyakit menular kategori kedua di Taiwan, menurut PHB. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan gejala awal mirip dengan demam dengue dan infeksi virus Zika, termasuk demam, nyeri sendi atau artritis, sakit kepala, mual, muntah, kelelahan, nyeri otot, atau ruam.
Menurut data CDC, hingga Sabtu, terdapat tujuh kasus impor chikungunya di Taiwan tahun ini dengan negara asal infeksi meliputi enam kasus dari Indonesia dan satu kasus dari Filipina.
PHB menyatakan bahwa tim pencegahan penyakit dari otoritas kesehatan dan kantor distrik Tainan telah melakukan tindakan pengendalian darurat pada hari laporan diterima, termasuk penyemprotan insektisida di dalam rumah pasien, penghapusan sumber perkembangbiakan nyamuk, survei kepadatan nyamuk penular, serta edukasi kesehatan.
Baik chikungunya maupun demam dengue dapat dicegah secara efektif dengan menghilangkan sumber perkembangbiakan nyamuk, PHB menegaskan. Masyarakat juga diimbau untuk secara rutin memeriksa lingkungan dalam dan luar rumah serta menerapkan langkah-langkah "Periksa, Buang, Bersihkan, Sikat" guna menghilangkan wadah penampung air dan mencegah perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, PHB juga mengingatkan warga yang berencana bepergian ke negara-negara Asia Tenggara atau wilayah endemis diingatkan untuk mengambil langkah pencegahan terhadap gigitan nyamuk.
(Oleh Chang Ya-ching dan Jennifer Aurelia)
Selesai/IF