Kisah mengerikan korban selamat gempa bumi: Batu-batu jatuh seperti peluru

05/04/2024 17:41(Diperbaharui 22/09/2024 12:31)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Mesin-mesin rusak di wilayah Hualien setelah gempa bumi pada hari Rabu. (Sumber Foto : Wang Ming-chuang)
Mesin-mesin rusak di wilayah Hualien setelah gempa bumi pada hari Rabu. (Sumber Foto : Wang Ming-chuang)

Hualien, 5 April (CNA) Ketika Wang Ming-chuang (王明窻) pergi untuk melakukan pekerjaan di daerah pertambangan di Kabupaten Hualien pada Rabu (3/4) pagi,iatidak menyangka akan menyaksikan seseorang tertimbun hidup-hidup dan menemukan dirinya terjebak di sana selama lebih dari 24 jam.

"Beberapa batu besar dan kecil jatuh dari langit, seperti hujan peluru," kata Wang yang berusia 64 tahun, mengingat keputusasaannya setelah gempa bumi berkekuatan 7,2 SR melanda lepas pantai Kabupaten Hualien pada pukul 7.58 pagi hari Rabu dan memicu longsor batu besar.

Ia dan rekan-rekannya dikontrak untuk melakukan proyek penghijauan selama satu hari di sebuah lokasi di area pertambangan Ho Jen di Kota Xiulin, Hualien.

Mereka akhirnya diselamatkan setelah Korps Angkatan Udara Nasional yang menemukan Wang dan pekerja lain terjebak dan mengirimkan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk untuk membawa mereka kembali ke tempat yang aman secara bertahap.

Jenazah satu pekerja yang tewas akibat gempa bumi - yang merupakan gempa terbesar di Taiwan dalam seperempat abad terakhir - juga ditemukan di lokasi tersebut, kata departemen itu.

Wang dan yang lainnya bukanlah satu-satunya yang nyaris menghindari kematian di pegunungan Hualien.

Seorang karyawan hotel bintang lima Silks Place Taroko, bermarga Chiu (邱), mengatakaniadan 34 rekannya lainnya terjebak di terowongan setengah terbuka setelah tiga shuttle bus yang mereka tumpangi mencoba menghindari batu-batu berjatuhan yang terguncang akibat gempa.

Hotel tersebut terletak di Taroko Gorge, tujuan wisata populer di dekat Kawasan Rekreasi Tianxiang yang hanya bisa ditempuh menggunakan satu jalan, Jalan Provinsi No. 8.

Jalan tersebut terblokir oleh longsoran batu dan tanah di kedua arah, memaksa tiga bus tersebut mencari perlindungan di dalam terowongan. Bus yang ditumpangi Chiu adalah satu-satunya yang terkena langsung.

Kelompok tersebut tidak dapat meminta bantuan karena tidak ada layanan seluler, dan baru ketika mereka ditemukan oleh sebuah pesawat nirawak yang dikirim oleh Biro Jalan Raya pada hari Kamis, tim penyelamat segera menuju lokasi tersebut.

Para pekerja hotel, termasuk satu yang terluka parah dan dua lainnya dengan luka ringan, diselamatkan satu per satu setelah tim penyelamat menghilangkan puing-puing di luar terowongan dengan menggunakan buldoser.

(Oleh Chang Chi, Teng Pei-ju, dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.