Taipei, 14 Sep. (CNA) Dua unit pertama dari empat pesawat nirawak (drone) MQ-9B "SkyGuardian" yang dibeli Taiwan dari Amerika Serikat menjalani uji terbang pertama mereka di sebuah pangkalan udara di Taiwan timur pada Senin (14/9) pagi, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada CNA.
Sumber yang tidak disebutkan namanya itu tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang uji terbang pada Senin pagi, hanya mengatakan bahwa uji coba tersebut dilakukan di Pangkalan Udara Hualien.
Sumber tersebut menambahkan bahwa uji coba dilakukan setelah militer dan produsen drone menyelesaikan perakitan dua drone yang dikirim ke Taiwan awal tahun ini.
Pada 17 Maret, Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Hsu Szu-chien (徐斯儉) dan Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat Alexander Yui (俞大㵢) menghadiri upacara serah terima di Amerika Serikat untuk dua unit MQ-9B tersebut.
Amerika Serikat telah setuju untuk mengirimkan empat MQ-9B ke Taiwan dalam dua tahap pada tahun 2026 dan 2027.
Menurut Direktorat Jenderal Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS, MQ-9B akan memberikan Taiwan "kemampuan intelijen, pengawasan dan pengintaian, akuisisi target, serta kemampuan serangan anti-darat, anti-laut, dan anti-kapal selam."
Su Tzu-yun (蘇紫雲), peneliti di Institute for National Defense and Security Research (INDSR) yang didanai pemerintah, sebelumnya mengatakan kepada CNA bahwa peran MQ-9B di Taiwan adalah untuk meningkatkan kemampuan pengintaian dan pengawasan medan perang, bukan sebagai senjata ofensif utama.
Hsieh Pei-shiue (謝沛學), peneliti INDSR lainnya, menulis pada tahun 2020, ketika Amerika Serikat pertama kali menyetujui penjualan ke Taiwan, bahwa drone ini mampu terhubung ke jaringan komunikasi satelit yang digunakan bersama oleh sekutu AS.
Ini berarti Taiwan dan mitra AS-nya dapat berbagi intelijen medan perang secara instan, memberikan peluang bagi kedua pihak untuk bekerja sama selama konflik.
Sebagai contoh, jika terjadi konflik lintas selat, Washington dapat memanfaatkan sistem rudal anti-kapal yang ditempatkan di sepanjang rantai pulau pertama untuk mencegah kapal Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat Tiongkok berlayar ke perairan timur Taiwan untuk memblokade pulau tersebut, kata Hsieh.
MQ-9B mampu melakukan pengawasan jangka panjang dan jarak jauh, yang berarti drone ini dapat terbang di dekat kapal Tiongkok dan memberikan intelijen penting bagi pasukan AS untuk menargetkan mereka, tulis Hsieh saat itu.
Selesai/ja