Taipei, 13 Sep. (CNA) The Central News Agency (CNA), kantor berita nasional Taiwan, hari Minggu (13/9) mengadakan lokakarya pengantar jurnalistik dasar di Taipei untuk warga Indonesia, dibawakan seorang jurnalis senior.
Ahmad Nurhasim, yang pernah bertugas di sejumlah media, termasuk sebagai jurnalis Tempo dan editor The Conversation, membawakan kelas dasar hukum jurnalistik, kode etik jurnalistik, cara memproduksi berita, hingga praktik mengumpulkan bahan dan menulis berita.
Belasan peserta, yang terdiri dari mahasiswa hingga pekerja migran Indonesia, juga dibimbing dalam praktik menulis singkat. Setelahnya, mereka dibawa mengelilingi kantor CNA, tempat di mana berita-berita dilahirkan.
Hasim, yang juga mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta 2015-2018, mengatakan bahwa sesuai dengan berbeda-bedanya latar belakang peserta, jurnalisme membutuhkan keberagaman.
Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda, kata Hasim. "Keberagaman adalah kekuatan dalam sektor jurnalisme," ucap pria yang sedang menempuh studi doktoral Taipei Medical University tersebut.
Salah satu peserta, Angeline, seorang mahasiswi di Ming Chuan University, mengatakan ia mendapatkan ilmu-ilmu dasar penulisan berita, serupa dengan yang dipelajari di kelasnya di Jurusan Jurnalisme dan Komunikasi Massa.
Ivonne, mahasiswi baru juga dari jurusan yang sama, mengatakan ia merasa program ini "seru banget" karena dirinya belum banyak tahu mengenai jurnalisme. "Karena program ini aku jadi bisa lebih tahu lebih banyak."
Peserta lainnya, Rudi Yanto dari Universitas Terbuka Taiwan, mengatakan poin-poin yang diterangkan di kegiatan ini sangat penting, terutama untuk menghindari hoaks, seiring setiap orang punya informasi yang ingin dibagikan.
Direktur Departemen Bahasa Asing CNA, Christie Chen (陳家瑜) dalam sambutannya mengatakan bahwa kantor beritanya bertujuan untuk memperkenalkan Taiwan, termasuk betapa beragamnya negara tersebut.
Oleh karena itu, kata Chen, CNA berupaya keras untuk menyampaikan berita ke masyarakat Indonesia, yang menjadi salah satu kelompok warga negara asing terbesar di Taiwan.
Di antara ikhtiar yang dilakukan, CNA pada 2024 meluncurkan media berbahasa Indonesia, Fokus Taiwan, ucapnya, menambahkan bahwa kantor beritanya berharap dapat terus menyampaikan lebih banyak kisah terkait masyarakat Indonesia.
Selesai/IF