Delegasi musik Taiwan kunjungi Indonesia, perluas pertukaran musik dan peluang industri Taiwan-Indonesia

25/08/2026 16:49(Diperbaharui 25/08/2026 16:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Delegasi Taiwan berfoto bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar (berdiri, dua dari kiri) dan pihak LaLaLa Festival, Donny Heru (berdiri ujung kiri) di acara Taiwan Beats di Jakarta. (Sumber foto: Taiwan Beats)
Delegasi Taiwan berfoto bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar (berdiri, dua dari kiri) dan pihak LaLaLa Festival, Donny Heru (berdiri ujung kiri) di acara Taiwan Beats di Jakarta. (Sumber foto: Taiwan Beats)

Taipei, 25 Agu. (CNA) Sejumlah delegasi musik Taiwan yang terdiri dari musisi dan pelaku industri telah melakukan kunjungan ke Indonesia untuk menjajaki potensi kerja sama dan memperluas pasar Taiwan ke Asia Tenggara, bekerja sama dengan LaLaLa Festival, salah satu festival musik tahunan berskala besar di Jakarta, menurut siaran pers yang diterima CNA dari penyelenggara, Selasa (25/8).

Menamai programnya sebagai Taiwan Beats, acara ini diorganisir oleh dua institusi musik Taiwan yakni Taiwan Colors Music dan NpCC dengan dukungan dari Biro Pengembangan Audiovisual dan Industri Musik Kementerian Kebudayaan (MOC) Taiwan.

Di program tersebut, mereka bekerja sama dengan pihak kurator LaLaLa Festival untuk memilih dan menghadirkan musisi Taiwan LINION dan MANAGONA 草本藥師 ke panggung festival, kata rilis tersebut.

Di lokasi acara juga terdapat paviliun Taiwan yang menampilkan desain kemasan dan penjilidan album rekaman Taiwan. Pada 24 Agustus, digelar pula pertemuan bisnis Taiwan-Indonesia serta forum musik, kata rilis tersebut.

“Selain LINION dan MANAGONA 草本藥師 yang dipilih oleh Biro Pengembangan Audiovisual dan Industri Musik Kementerian Kebudayaan Taiwan, terdapat pula Drunk Monk 撞克茫客 yang dipilih oleh Taipei Music Center, serta Wendy Wander 溫蒂漫步 yang tampil melalui program pertukaran dengan FIREBALL Fest. Keduanya tampil di panggung festival pada 22 dan 23 Agustus secara berturut-turut. Kehadiran mereka memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan penggemar musik internasional untuk mengenal musik populer Taiwan,” demikian dinyatakan rilis tersebut.

Biro Pengembangan Audiovisual dan Industri Musik juga menggelar “Pertemuan Pertukaran dan Business Matching Musisi Taiwan-Indonesia” serta “Forum Musik dan Budaya Taiwan-Indonesia” di Biji World, Bali. Kegiatan tersebut mempertemukan hampir 30 pelaku kunci industri musik dari Taiwan dan Indonesia untuk bertukar pandangan mengenai ekosistem musik dan lingkungan kreatif kedua negara.

Forum tersebut menghadirkan pendiri Ubud Folk Fest, Rizal Hadi, serta peneliti seni dan budaya serta isu pekerja migran Taiwan, Wu Ting-kuan (吳庭寬), yang membahas secara mendalam perkembangan ekosistem musik dan lingkungan kreatif di Taiwan dan Indonesia.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan “Taiwan Beats Showcase Night” di dua panggung Biji World, yang menampilkan lima musisi dari Taiwan dan Indonesia. Dari Taiwan, LINION dan MANAGONA 草本藥師 tampil membawakan R&B dengan nuansa soul serta seni suara kontemporer avant-garde, sementara perwakilan Bali Rhythm Rebels, Robokids, dan Adam Alydrus turut tampil. Kelima penampil berinteraksi dengan penonton dan menghadirkan pertunjukan yang memperkenalkan keberagaman musik Taiwan dan Bali.

Pada 24 Agustus, Departemen Radio dan Televisi serta Film juga menggelar “Pertemuan Pertukaran dan Business Matching Musisi Taiwan-Indonesia” serta “Forum Musik dan Budaya Taiwan-Indonesia” di Jakarta. Hampir 50 pelaku kunci industri musik dari kedua negara hadir dalam kegiatan tersebut untuk melakukan penjajakan kerja sama bisnis, kata rilis tersebut.

Forum tersebut secara khusus menghadirkan CEO perusahaan festival musik dan merek pengalaman musik Indonesia, The Group, sekaligus pendiri LaLaLa Festival, Donny Heru, yang berdialog dengan peneliti seni dan budaya serta isu pekerja migran Taiwan, Wu Ting-kuan (吳庭寬). Keduanya membahas secara mendalam perkembangan festival musik berskala besar, bentuk pertunjukan komersial, serta tren perkembangan pasar musik di Taiwan dan Indonesia, kata rilis tersebut.

Dalam konferensi pers, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar, mengatakan bahwa musik bukan sekadar transaksi, tetapi juga berkaitan dengan perpaduan emosi dan pertemuan gairah. 

Menurutnya, perlu dipikirkan bagaimana hubungan tersebut dapat diperluas ke berbagai bidang seperti fesyen, desain, serta seni audiovisual, karena gagasan yang dibawa musik mampu melampaui batas dan menghasilkan pengaruh yang mendalam.

Irene berharap delegasi bisnis industri musik Taiwan dapat melalui pertukaran ini semakin memahami musik dan budaya Indonesia. Dari musik, ia juga berharap lebih banyak kemungkinan pertukaran terbuka di berbagai sektor industri kreatif.

Penampilan artis Taiwan, LINION di LaLaLa Festival, Jakarta. (Sumber foto: Taiwan Beats)
Penampilan artis Taiwan, LINION di LaLaLa Festival, Jakarta. (Sumber foto: Taiwan Beats)

LINION, yang saat ini tengah menjalani tur Asia, dan MANAGONA 草本藥師, yang pada Juli lalu meraih medali perak dalam kategori Experimental Album pada Global Music Awards 2026 di Amerika Serikat, tampil di panggung LaLaLa Festival pada malam 23 Agustus.

LINION menampilkan irama soul dan R&B yang mengalir serta santai, dengan karakter musik yang menghadirkan atmosfer khas Taiwan. Sementara itu, MANAGONA 草本藥師 menghadirkan seni suara kontemporer yang kuat dan menggugah, serta berhasil memukau penonton melalui energi kreatifnya yang melimpah.

Musisi Taiwan lainnya, Wendy Wander 溫蒂漫步, menghadirkan musik dengan suasana romantis, santai, sedikit psikedelik dan melankolis. Sementara Drunk Monk 撞克茫客 menampilkan energi kasar dan eksplosif yang sarat dengan kegelisahan khas musik rock. Keempat penampil tersebut menunjukkan keberagaman wajah musik populer Taiwan.

Biro Pengembangan Audiovisual dan Industri Musik MOC Taiwan mengatakan bahwa LaLaLa Festival merupakan salah satu platform penting bagi pertukaran industri musik di Asia Tenggara sekaligus jendela penting untuk menjangkau penggemar musik populer di luar negeri. Mereka berharap kesempatan tampil kali ini dapat membantu penonton Indonesia mengenal musik populer Taiwan, sekaligus memperdalam dialog dan kerja sama kedua pihak melalui pertemuan bisnis.

Gelaran kedua

Untuk membantu musik populer Taiwan membuka lebih banyak pasar ekspor, Biro Pengembangan Audiovisual dan Industri Musik sejak 2025 mulai menjalankan “Program Perluasan Pasar Musik Populer ke Asia Tenggara”. Tailan menjadi negara tujuan pertama, sementara pada 2026 program tersebut untuk pertama kalinya diperluas ke Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

Delegasi pertukaran tersebut memulai kunjungan selama lima hari sejak 21 Agustus. Mereka melakukan kajian mendalam di Bali, termasuk mengunjungi langsung perusahaan produksi musik terkemuka Antida Music, dan Jakarta. Di kedua kota tersebut, mereka melakukan pertemuan bisnis secara langsung dengan kurator festival musik, label rekaman, pengelola venue, serta media setempat, kata rilis tersebut.

Indonesia dinilai sebagai salah satu mitra potensial di bidang budaya dan industri musik yang memiliki hubungan sangat erat dengan Taiwan melalui pekerja migran dan warga pendatang baru dari Indonesia. 

“Melalui kegiatan ini, pihak Taiwan berharap dapat memperluas perspektif terhadap industri musik Indonesia sekaligus membangun fondasi nyata bagi kerja sama di masa mendatang, termasuk dalam bidang manajemen pertunjukan, lisensi musik, serta kolaborasi lintas merek,” kata rilis tersebut.

(Oleh Muhammad Irfan)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.