Bangkok, 26 Agu. (CNA) Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan bersama Dewan Pembangunan Nasional (NDC) menggelar acara “Tech Solution Day” di Bangkok hari ini, dengan 11 perusahaan rintisan Taiwan memamerkan solusi di bidang kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), kesehatan, dan teknologi hijau, serta bertukar pengalaman dengan perusahaan modal ventura dan mitra ekosistem perusahaan rintisan (startup) Tailan.
Penyelenggara mengatakan startup Taiwan dan Tailan memiliki keunggulan masing-masing dan berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pasar serta peluang kerja sama kedua pihak.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Taiwan Startup Terrace serta Startup Island TAIWAN dari NDC. Acara itu mempertemukan pengusaha startup, mitra ekosistem, dan investor dari Taiwan dan Tailan, serta mencakup presentasi dari 11 startup Taiwan dan forum bertajuk “Membangun Koridor Inovasi Taiwan-Tailan.”
Kepala Divisi Ekonomi Kantor Perwakilan Taipei di Tailan Tseng Hsien-chao (曾顯照) mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu startup Taiwan mengembangkan usaha di Tailan sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan bagi pelaku startup dari kedua pihak untuk berinteraksi.
“Taiwan dan Tailan sama-sama memiliki banyak gagasan baru dan konsep desain di bidang startup. Pertukaran dan kerja sama kedua pihak dapat membantu menciptakan peluang bisnis di masa depan,” katanya kepada CNA.
Penyelenggara mengatakan 11 startup Taiwan yang mengikuti kegiatan tersebut bergerak di berbagai bidang, dengan sejumlah perusahaan berfokus pada teknologi berkelanjutan, seperti manajemen energi, manajemen karbon, pengolahan limbah, dan konversi karbon.
Startup lainnya bergerak di bidang layanan kesehatan pintar, fesyen berbasis AI, sistem akses pintar, analisis talenta berbasis AI, teknologi 3D tanpa kacamata, serta AI dan IoT.
Manajer Pusat Pertukaran Talenta Internasional Startup Terrace Tsai Hsin-lun (蔡欣倫) mengatakan kepada CNA bahwa startup Taiwan dan Tailan memiliki keunggulan masing-masing sehingga terdapat ruang bagi keduanya untuk bekerja sama.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan Taiwan dalam bidang perangkat keras merupakan salah satu keunggulan yang menarik startup Tailan untuk mencari mitra kerja sama.
Selain itu, di tengah tren “rantai pasok tanpa Tiongkok”, meskipun Tailan menekankan posisi netralnya, perusahaan yang menjual produknya ke pasar Eropa dan wilayah lainnya dapat menghadapi persyaratan terkait asal-usul rantai pasok. Karena itu, sejumlah perusahaan Tailan berminat menjalin kerja sama dengan Taiwan, ujarnya.
Tsai menambahkan bahwa sejumlah mitra ekosistem di Tailan juga menilai produk Taiwan lebih dapat dipercaya, yang menjadi salah satu peluang bagi Taiwan untuk membangun kerja sama.
Sebaliknya, Tailan memiliki keunggulan di bidang teknologi pemasaran dan fesyen, sementara pabrik-pabrik di negara tersebut juga tengah mengembangkan platform IoTdan solusi penghematan energi, sehingga kedua pihak dapat saling melengkapi di berbagai bidang, katanya.
Pengusaha Tailan Chartchai Meesookho mengatakan dirinya tertarik dengan ekosistem startup Taiwan karena Taiwan merupakan negara berteknologi tinggi dan memiliki kedekatan geografis dengan Tailan.
Sebagai pengusaha, ia menilai ekosistem merupakan hal yang sangat penting dan mendengar bahwa sektor startup Taiwan tengah berkembang, sehingga ia ingin berinteraksi langsung dengan ekosistem startup Taiwan untuk memahami perkembangan perusahaan-perusahaan di negara tersebut.
Penyelenggara mengatakan selain mengikuti “Tech Solution Day”, 11 startup Taiwan tersebut selanjutnya akan berpartisipasi dalam Techsauce Global Summit untuk berinteraksi dengan lembaga-lembaga Tailan yang bergerak di bidang inovasi dan ekonomi digital.
Mereka juga akan membuka paviliun bertema “Taiwan Startup Terrace” di lokasi acara guna memperluas pasar di Asia Tenggara.
(Oleh Zachary Lee dan Agoeng Sunarto)