Taipei, 26 Agu. (CNA) Kasus flu di Taiwan tetap berada pada tingkat yang tidak biasa tinggi sepanjang musim panas, dengan kunjungan rawat jalan dan unit gawat darurat akibat gejala mirip flu pada Agustus mencapai level tertinggi untuk periode yang sama dalam satu dekade, menurut Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC), Selasa (25/8).
Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengatakan aktivitas flu diperkirakan kembali meningkat setelah sekolah dibuka pada September seiring meningkatnya aktivitas berkelompok, dengan kasus diperkirakan terus bertambah hingga sekitar Oktober.
Pada 16-22 Agustus, sebanyak 94.340 orang mencari perawatan rawat jalan atau unit gawat darurat akibat gejala mirip flu, turun 2,5 persen dari pekan sebelumnya. Sementara itu, pada 18-24 Agustus, tercatat 64 kasus flu berat baru dan 15 kematian, seluruhnya disebabkan oleh strain H1N1.
Data CDC menunjukkan H1N1 saat ini mencakup 69,7 persen virus flu yang terdeteksi di masyarakat.
Sejak Oktober 2025, Taiwan telah mencatat 1.139 kasus flu berat dan 220 kematian, dengan sebagian besar kasus berat terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas serta mereka yang memiliki penyakit kronis.
Lo mengatakan tahun ajaran baru yang akan datang dapat memicu peningkatan kasus flu, terutama karena H1N1 saat ini menjadi strain yang dominan. Ia mendesak sekolah dan fasilitas penitipan anak memperkuat langkah-langkah pengendalian infeksi serta mengimbau masyarakat mengenakan masker di tempat ramai atau memiliki ventilasi buruk.
Sementara itu, CDC mengumumkan bahwa pihaknya telah membeli rekor 7,05 juta dosis vaksin flu yang didanai pemerintah untuk musim flu mendatang, termasuk sekitar 208.000 dosis vaksin yang ditingkatkan yang dirancang untuk memberikan perlindungan lebih kuat.
Vaksin yang ditingkatkan ini awalnya akan diprioritaskan untuk orang berusia 65 tahun ke atas di fasilitas perawatan jangka panjang dan panti jompo, kata CDC.
Pemerintah juga telah membeli 2,4 juta dosis vaksin COVID-19, termasuk 1,9 juta dosis vaksin generasi terbaru untuk orang berusia 12 tahun ke atas.
Menurut CDC, program vaksinasi flu dan COVID-19 yang didanai pemerintah dijadwalkan dimulai pada 1 Oktober untuk kelompok paling rentan, termasuk orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, anak-anak usia prasekolah, tenaga kesehatan dan pencegahan penyakit, serta orang dengan penyakit kronis.
Sementara itu, orang dewasa berusia 50-64 tahun yang tidak memiliki penyakit kronis berisiko tinggi akan mulai memenuhi syarat vaksinasi pada 2 November.
Selesai/ja